Showing posts with label Brothers On 3 And 3 Angels. Show all posts
Showing posts with label Brothers On 3 And 3 Angels. Show all posts

Friday, 2 July 2010

Brothers On 3 and Three Angels part. 5 (Last Part)

Esok paginya...
Shilla bangun lebih dulu dari Via dan Oik karena harus menjalani hukuman yang telah diberikan kepadanya. Sama halnya dengan Cakka, dia harus bangun pagi - pagi untuk membantu Riko, Gabriel dan anak - anak cowok lain yang bertugas piket hari ini mencari kayu bakar. Shilla tengah sibuk - sibuknya memasak masakan untuk anak - anak. Ify sang ketua seksi komsumsi, Irva si endut dan anak - anak cewek yang piket memasak hari ini ikut membantu Shilla memasak makanan.
“Ehm.Shill kamu sama Cakka pacaran ya?” Tanya Ify.
“Ngga kok, aku sama dia cuman temenan.” Jawab Shilla santai.
“Oh, tapi akhir - akhir ini aku liat kalian dekat banget tuh. Apalagi sejak tadi malam..” Tutur Ify ingin tau.
“Ahh, ngga kok. Mungkin cuman perasaan kamu aja kali. Eh, ini sup udah pas ngga rasanya?” Kata Shilla sambil meyodorkan Sesendok sup ke hadapan Irva.
“Kayaknya udah pas deh! Boleh aku minta lagi ngga?” Jawab Irva setelah dirasa rasa masakannya sudah cukup pas.
“Lah, kamu mah semua masakan yang masuk kelidah kamu semua rasanya sama. Enak semua!” Kata Shilla. Irva nyengir.
“Hehe. Tapi beneran kok masakannya enak!” Kata Irva. Setelah itu, Shilla kembali bertanya kepada Ify. “Kenapa kamu nanya kayak gitu? Kamu suka ya sama Cakka?” Tanya Shilla.
“Ngga lah, aku cuman nanya aja. Lagipula ngga mungkin aku suka sama dia.” Lanjut Ify.
“Yakin?” Tanya Shilla lagi.
“Ya jelas yakin lah..” Jwab Ify tegas.
“Hm, kamu kan mantannya Cakka.”
“Iya, tapi aku ga ada rasa suka lagi sama dia.” Jawab Ify. Shilla memadamkan api kompornya.
“Siapa tau aja kan..” Shilla mengedikkan matanya ke Ify. Ify tertawa.
“Ngga bakal lah. Aku ngga ada rasa suka lagi ke Cakka. Sekarang aku dan Cakka cuman teman.” Jawab Ify tersenyum. Dalam hati Shilla merasa lega. Sementara itu, Irva terus mencomot ayam goreng yang ada di dekatnya.
***
Malampun telah tiba. Semua anak - anak berkumpul ditengah perkemahan karena instruksi dari Bu Ira.
Semuanya duduk mengelilingi api unggun yang dibuat oleh Cakka dan kawan - kawan. BO3 dan 3angels duduk berdekatan. Disebelah Cakka terdapat tempat duduk yang kosong, sementara Shilla dan Oik yang masih belum mendapatkan tempat duduk.
“Ik, kamu disitu aja. disebelah Cakka.” Tawar Shilla tersenyum, karena Shilla sangat tau bahwa sebenarnya sejak dulu Oik

Saturday, 26 June 2010

Brothers On 3 and Three Angels part 4

“Iyan, Osha...kalain dari mana aja sih? Daritadi kami panik mencari kalian.” Kata Pak Duta mengomeli mereka.
“Cakka dan Shilla man?” Tanya Pak Duta lagi.
“Mereka tadi masih dibelakang pak.” Jawab Osha.
***
“Cak, biarin aja deh....ngga apa kok kalau gelangnya hilang.” Kata Shilla.
'Daripada kamunya yang hilang.. Hehe...' Lanjut Shilla dalam hati.
“Beneran ngga apa?” Tanya Cakka.
“Beneran kok.” Kata Shilla yakin.
“Hmmm.. Ya udah kita balik....” Ajak Cakka tenang.
'Uhh.. Ternyata Cakka baik ya orangnya.' Kata Shilla dalam hati lagi.
“Aduh!” Ringis Shilla, kakinya tersandung batu.
“Kamu Kenapa?” Tanya Cakka perhatian.
“Ngga, cuman kesandung batu.” Jawab Shilla simple.
“Sini aku obtain...mumpung aku bawa obat P3K....” Kata Cakka care.
“Ngga apa kok, cuman luka dikit aja.” Kata Shilla.
“Biarpun lukanya cuman dikit. Tapi mesti diobatin...” Ucap Cakka dengan kekhawatirannya.
“Ngga usah. Aku ngga apa - apa kok. Beneran deh. Kamu kok tiba - tiba care gitu sama aku?” Tanya Shilla heran.
“Hmm? A-a-aku ngga tau..” Cakka menggaruk kepalanya yg tidak gatal. Hatinya berdebar - debar kencang.
“Kamu pernah berfikir ngga kalau

Thursday, 25 February 2010

Brothers On 3 And Three Angels Part. 3

Mav lama nunggu.......
Lagi males ngepost nih. Abis ceritanya jelek.
Langsung aja ea.....

Esoknya.....disekolah..
“Apakah semua sudah berkumpul?” Tanya Bu Okky didepan murid2nya. “Sudahh..........” Jawab anak2 kompak. “Ya sudah kalau begitu, nanti disana akan ada 3 buah bis yang akan menampung kita untuk pergi ke hutan green greeny.” Semua anak2 menoleh ketempak yang dituju. “Bu.....!!! Ntar masuknya bebas ya bu?? Bukan satu bis isinya cowok semua atau sebaliknya?” Tanya gabriel. ‘Oh, iya. Nanti kalian masuknya bebas. tidak mesti satu bis cowok semua atau sebaliknya.” Semua lagi2 membulatkan bibir. Tiba2 datang 3 buah bis bersamaan. Itu adalah bis mereka. “Nah, anak2 sepertinya bis kita sudah datang. Silahkan mencari tempat duduk kalian.” Perintah Bu Okky. Semua bubar seperti semut. “Via sini...” Kata Oik. “Aku dimana??” Kata Shilla berusaha mencari tempat duduk yang masih kosong. Sementara itu Cakka berusa memenuhi tempat duduk disebelahnya yang masih kosong. Bu Ucci pun masuk kedalam bi situ. “Shilla, kenapa kamu masih berdiri?” Tanya Bu Ucci. “Saya belum dapat kursi bu.” Jawab shilla. Bu Ucci mencari tempat duduk yang masih kosong di dalam bi situ. “Itu masih ada kursi.” Bu Ucci nampak menunjuk kursi disamping Cakka. “Ha??? Jangan disitu dong bu...saya rela pindah ke bis lain daripada saya duduk disitu bu.” Kata Shilla dengan muka kusut. “Siapa juga yang mau duduk sama kamu.” Cakka ikutan kusut juga mukanya. “Kalian itu kok malah kelahi sih?? Kalian liat tuh, bis2 yang lain udah pada berangkat. Apa kalian mau campingnya dibatalin?” Bu Ucci geleng2 kepala. “Ya ngga lah buu....” Jawab Cakka dan Shilla kompak. “Udah Shill, Cak....nurut aja..” Ucap Obiet yang duduk didepan kursi Cakka bersama Irsyad. “Iya tuh...kalian nurut aja....dari pada campingnya dibatalin...” Ancam Dayat. “Kalau kamu mau, kamu bisa duduk disamping aku kok Shill.” tutur Riko. “Hee....makasih...tapi aku ngga niat.” Jawab Shilla. “Ya udah, kamu tunggu apalagi Shilla, ayo duduk di samping Cakka. Dan Cakka, sinkirin tas kamu itu dari kursi yang ada disamping kamu.” Ucap Bu Ucci. Terpaksa Shilla duduk dikursi itu dan Cakka segera menyingkirkan Tas hijaunya itu dengan terpaksa juga. “Terpaksa tau duduk disini!” kata Shilla sambil duduk. “Aku juga terpaksa ngerelain kamu untuk duduk disini! Kalau ngga Bu Ucci yang suruh, aku mana mau.” Kata Cakka dengan volume suara yang minim. “Ya sudah....pak supir. Lets go...” Kata Bu Uci sambil duduk didepan, tepatnya disebelah Pak Supir.
###
Sesampai di hutan Green Greeny....
Anaka2 idola cilik’s school tampak kegirangan. Terutama Cakka dan Shilla. karena mereka udah kebelet pengen jauh2. Sebelum semua memasuki tenda, Pak Duta tampak memeberikan pengarahan dan peringatan. ‘Anaka2....nanti didalam hutan, sudah ada tenda yang didirikan. Minimal didalam tenda disi oleh 3 orang, dan maksimal 5 orang. Paham???” Terang Pak Duta. “Pahammm.....” Kata seluruh anak2 Idola cilik school kompak. “Setelah itu, kalian tidak boleh keluar sari area percampingan, dan kalian harus menaati aturan yang telah dibuat, lalu kalian juga harus mematuhi jadwal yang telah dicantumkan. Untuk handphone, bapak perbolehkan kalian untuk membawanya. karena siapa tau saja nanti ada yang tersesat, jadi kalian bisa menghubungi orang untuk meminta pertolongan.” Tutur Pak Duta. “Asyikkk.....” Sorak anak2 kompak. “Tapi.....tapi kalau ada handphone yang hilang atau segala macem, itu bukan tanggung jawab bapak atau pihak2 sekolah lainnya. Sekali lagi kalian paham???” Tanya Pak Duta meyakinkan. “Paham.....” “Kalau kalian benar2 paham. Sekarang kalian balik kanan, bubar. Pergi ke percampingan” Semua anak2 bubar dan semua tampak ceria.
###
Sesampai dipercampingan....
“Obiet, Irsyad....kita ditenda itu aja yuk. Soalnya tendanya deket sama tenda cewek2.” Cakka nyengir. “Ayoo.....” Jawab Irsyad dan Obiet semangat. “Wah, tendanya muat ngga ya buat kita?” Tanya Irsyad. “Ya muat lah syad....” Jawab Obiet. “Cukup gede buat kita bertiga....” Kata Cakka. “Iaya...iya....” Kata Obiet nyambung. “Eh, aku ditengah ya bobo’nya.....” Kata Irsyad. “Iya.....aku dikiri aja.” Jawab Obiet. “Yo wess....aku dikanan. Daripada ditengah, kata orang sih cepet mati...hehe...” Cakka nyengir. “Cakkaa..........” Irsyad shock.
Sementara itu dengan 3angels....
“Kayaknya tenda yang itu masih kosong deh Shill...” Kata Via menunjuk ketenda yang ngga mereka ketahui ternyata tenda mereka bersebelahan dengan tenda BO3. “Iya tuh....sekalian, kita bisa deket2 cowok...hehe...” Kata Shilla kecentilan. “Yuk kita masuk....” Ajak Oik. 3angels berlari ke tenda itu. “Wah....agak luas ya....” Kata Oik. “Luas apanya.....masih gedean juga kamar aku daripada tenda ini.” Kata Shilla bersungut2. “Ya iyalah Shilla....emang kamu fikir kita mau nginap di Villa atau Hotel?” Tutur Via heran. “Tau tuh Shilla....” Jawab Oik juga heran. Seharian itu mereka menjalankan aktifitas yang telah ditentukan dan dipimpin oleh Cakka dan Shilla. Ketika malam hari, tepatnya ketika malam api unggun, ternyata ada 2 orang murid yang kabur yaitu Iyan dan Osha. Yang kabur karena pacaran. Hal itu baru tersadari oleh Shilla. Karena takut dimarahi oleh guru2, Dia pergi meminta izin dengan alas an mau ngambil sesuatu. Dan ia pun pergi membawa senter. Hal itu ternyata juga baru tersadar dibenak Cakka. Sama dengan Shilla, dia juga meminta izin kepada Pak Dave dengan alas an yang sama dengan Shilla. Shilla telah mencoba menghubungi Osha tapi handphonenya mati. Begitu juga dengan Cakka. Ternyata ditengah2 hutan itu secara ngga sengaja Cakka yang menabrak Shilla. Hampir aja Shilla teriak. Tapi mulutnya tertutup oleh tangan Cakka.”Tenang2....kamu ngapain kesini?” Ucap Cakka pelan. “Aku?? Suka2 aku dong...emang kenapa? Kmau sendiri ngapain kesini? Pasti ngikutin aku ya??” Kata Shilla narsis. “Enak aja ngikutin kamu.....buat apa? Sebenarnya sih aku disini nyariin Iyan. Tiba2 aja dia nghilang.” Tutur Cakka. “Ha?? Sebenarnya aku juga lagi nyariin Osha sih. Abis dia ngilang gitu aja waktu malam api unggun.” Shilla berusaha baik pada Cakka. “Ya udah....kita sama2 aja nyariin mereka” Kata Cakka. “Ha??? Sama kamu??? Aku ngga salah denger?” Jawab Shilla. “Kamu fikir aku bilang gitu kekamu karena aku suka sama kamu? Ya ngga lah....siapa juga yang mau sama kamu....lagipula Iyan dan Osha itu kan pacaran. Mungkin mereka kabur untuk mojok berdua kali....” Ucap Cakka. “Kamu ada benernya juga sih, tapi kamu udah ngecek tenda Osha dan Iyan ngga??” Tanya Shilla. “Udah, tapi mereka yang ngga ada...” Jawab Cakka simple. Sementara itu Pak Dave keheranan melihat Cakka dan Shilla yang sudah lama perginya tappi ngga kembali2. Tapi hal itu terlupakan oleh Pak Dave karena ia sibuk dandan. Setelah berpuluh2 menit mereka tak jua menemukan Iyan dan Osha.”Aduhh.....Iyan dan Osha mana??? Iyan........Osha........” Teriak Shilla. “Iyann..........Oshaa...........” Teriak Cakka. Hal it uterus mereka lakukan berulang2. Hingga jam 10 malam mereka tak juga menemukan mereka. Sementara itu Guru2 dan murid2 pada bingung mereka ada dimana. “Apakah kalian tadi ada melihat mereka berdua??” Tanya Bu Ira. “Ngaa ada buu....” Kata murid2 ikutan bingung. Mereka sibuk mengobrol sana sini mennyakan hal tersebut. “Ehmm......tadi sebenarnya sih mereka ada izin ke saya bu....katanya minta izin ke tenda untuk mengambil sesuatu. Ya saya izinin buu....” Kata Pak dave dengan gaya kemayunya. “Mereka ngga bilang apa2 lagi selain itu?” Tanya Bu Ira lagi. “Ngga ada buu......” Jawab Pak dave. Ternyata anak2 juga baru sadar kalau Iyan dan Osha juga menghilang. “Bu! Menurut pengamatan saya.... Iyan dan Osha juga ikutan hilang bu...” Teriak Angel. “Aduh....gimana ini. Ada 4 orang murid kita yang hilang...” Tutur Bu Ucci. semua menjadi panic dan berusaha untuk berpencar mencari mereka. Kembali ke Cakka dan Shilla. Saat mereka mencari Osha dan Iyan, Susana menjadi tambah gelap...burung hantupun makin terdengar suaranya. Suara jangkrik membuat hati mereka makin takut dan gelisah. Dan tiba2 terdengar bunyi suara anjing mengaung. Karena saking takutnya Shilla memeluk Cakka. Cakka kaget melihat Shilla memeluknya. “Cak, aku takut. Kita balik aja yuk.” Suara shilla terdengar gemeteran. “Udahh...jangan takut, itu cukman suara anjing aja kok...” Cakka berusaha mencari kesempatan dalam kesempitan. Shilla melepaskan pelukannya. “Eh, kamu jangan cari kesempatan dalam kesempitan ya...” Kata Shilla memarahi Cakka. ‘Iyaa....iya......” Cakka hanya pasrah dimarahi Shilla. tiba2 terdengar suara orang lagi ngobrol di balik pohon. “Jangan...jangan....” Mereka langsung menghampiri balik pohon itu. “Kamu makin cantik ya kalau lagi gelap2an kayak gini.” Kata Iyan gombal. “Kamu bisa aja....” Muka Osha menjadi merah. “Nahh.....ketahuan ya kalian mojok disini” Kejut Shilla dan Cakka. “hehe.....” Iyan dan Osha nyengir. Kembali ke murid2 dan guru2 yang tengah sibuk mencari mereka. Mereka sudah kelelahan mencari Shilla, Cakka, Iyan, dan Osha. Akhirnya mereka sepakat untuk kembali ke percampingan, mereka kembali berkumpul ke “Pake nyengir segala lagi.” Kata Cakka. “Pliss jangan marahin kami.” Iyan memohon. “Siapa yang ngga marah kalau kaliannya bandel kayak gini, kalian tau ngga hampir aja kami berdua dimarahin sama guru2 kalau kami ngga nemuin kalian disini.” Shilla ngedumel. “Iya tuh....makanya kalau pacaran ngga usah disini, lebih baik pas pulang dari camping!” Cakka ikut ngedumel. “Iya deh...kami ngaku kami salah...tapi jangan marah lagi dong....” Osha merayu Cakka dan Shilla. “ya udah....karena kita berdua udah lama nyariin kalian, terpaksa kita mesti balik. Takutnya ntar anak2 pada nyariin kita lagi.” kata Cakka. “Iya....iya....” Osha dan Iyan segera angkat dari tempat duduk mereka. Mereka berempat akhirnya kembali ke percampingan. Shilla tiba2 berhenti karena gelangnya jatuh. Shilla berusaha mencarinya sampai2 ia ditinggal oleh yang lain. “Shilla mana ya??” batin Cakka. “Kayaknya Shilla ketinggalan dibelakang deh....kalain duluan aja ya, soalnya percampingannya udah deket tuh! Aku mau cari Shilla dulu.” Tiba2 aja Cakka perhatian ke Shilla. “Shilll, kamu ngapain disitu?” Tanya Cakka. “Ini, gelang aku jatuh...bantuin cariin dong.” Shilla juga tiba2 baik terhadap Cakka. “Kenapa aku tiba2 baik ya ke Cakka?” Batin Shilla. “Aku kenapa tiba2 perhatian gini ke Shilla?” Batin Cakka. Ternyata mereka berdua sama2 merasa aneh dengan dirinya masing2. Sementara itu....Osa dan Iyan telah datang ke percampingan.


Bagi yang punya saran ato kritikan untuk cerita ini.
^Don’t forget to comment^

Monday, 25 January 2010

Brothers On 3 And Three Angels Part. 2

Waktunya Istirahat...
Three angels pergi kekantin tempat biasa mereka nongkrong and nangkring (sama apa beda nih?), yaitu di kantin Bu Anti. Sama halnya dengan BO3, mereka juga pergi kekantin yang sama, karena hanya dikantin itu tempat yang paling komplit untuk nongkrong and nangkring. Ternyata eh...ternyata..meja khusus 3angels and BO3 deketan dan cuma di batasin 1 meja doang. Sehingga kayaknya pertarungan akan berlangsung sengit.

“Ehh..liat tuh Via..BO3! Sok kecakepan banget sih...!” Oik menyenggol sikut Via. Via pun menengok ke arah meja BO3.
“Ihh....mereka fikir mereka manis apa? Asal mereka tau..yang manis itu cuman Obiet!” Tutur Via sambil menengok BO3 khususnya Obiet.
“Tau tuh...yang cakep itu cuman Cakka doang.” Oik nyambung. Bukannya ngomongin rencana untuk ngerjain mereka, eh...Via dan Oik malah muji2 Cakka dan Obiet.
“Menurut kamu Shill...cakepan Cakka atau Obiet?” Tanya Oik.
“Menurut aku sih...kayaknya cuman Obiet seorang deh yang keren.” Jawab Via.
“Aku kan nanya Shilla...kok kamu sih yang jawab?” Ucap Oik kesal. Ternyata daritadi Shilla ngga peduliin omongan Oik dan Via, Shilla malah sibuk nyariin Bu Anti untuk mesen makanan.
'Ahh...daripada aku nyariin Bu Anti, mendingan aku suruh Ourel aja ahh...' Batin Shilla.
“Ourel! Sini deh!” Dengan segera dan dengan tekun mematuhi peraturan terutama dalam sekolah yaitu senior adalah majikan, Ourel adik kelas Shilla itupun menghampiri Shilla.
“Ada apa Kak Shilla?” Tanya Ourel polos.
“Huyyy...kalian mau pesen apa?” Tanya Shilla.
“Jadi...daritadi kamu ngga denger omongan kami Shill??” Kata Via melotot.
“Emang kalian pada ngomong apaan?” kata Shilla ngga tau apa - apa. Oik dan Via sweetdrop dan nyaris merencanakan sesuatu untuk menghabisi temannya yang satu itu. Mungkin bakal dicincang? Direbus? Atau dipanggang? Sadis banget *salahgenrecerita. Tapi semua rencana itu batal karna bunyi gemuruh didalam perut mereka berdemo ria.
“Udah ahh...aku pesen Bakso sama es Teh aja...” Kata Oik menggaruk - garuk kepalanya.
“Kok Es Teh?? Underclass banget minumannya?” Shilla malah berkomen.
“Aduhh...pake komen - komen lagi. Pesen ajaa sono..” Kata Oik.
“Ya udah, ngga usah marah - marah bisa kali. Kalau kamu Via?” Tanya Shilla.
“Aku Bakso sama Jus Apel aja..” Kata Via. Sementara Ourel yang daritadi udah lama berdiri kayak Bu Anti nunggu pesenan 3angels.
“Ehmm.....sebenarnya kak Shilla manggil Ourel kesini untuk apa ya?” Kata Ourel bingung.
“Tolong pesenin kita Bakso 3 mangkuk sama jus apel 2, trus Ice Tea 1 ya....” Ourel ternganga.
“Ice Tea?? Aku kan pesennya Teh es, bukan Ice Tea.” Oik protes.
“Aduhh...cerewet amat sih...biar kerenan dikit kali, Ik..” tutur Shilla.
“Hmm...tapi Ourel kan bukan Bu Anti kak. Mendingan kakak pesen sama Bu Antinya sendirinya aja yaa...” Ourel malah protes. Melihat yayangnya Bastian, Si Ourel berdiri bak Bu Anti di hadapan 3angels, Bastian menghampii yayangnya itu.
“Protes aja sih. Udah pesen sana! Kamu mau kita cuekin?” kata Via mengeluarkan jurus senioritasnya.
“Iya tuh....ntar ngga kita kasi coklat lagi....” Oik membujuk Ourel denagn mengeluarkan coklat kesukaan Ourel.
“Nih uang sama coklatnya. Pergi sono!” Terpaksa Ourel mejalankan perintah 3angels demi coklat.
“By the way, kamu ngga pergi meeting OSIS Shill??” Tanya Oik.
“Aduh...aku pusing sama yang gituan!” Jawab Shilla simple.
Sementara itu....
“Ada apa Ourelku sayang? Perlu bantuan?” kata Bastian sok perhatian.
“Perlu! Nih kamu pesenin bakso 3 mangkuk sama Jus Apel 2 trus Es Teh 1!” Ourel malah memerintah pacarnya itu.
“Banyak banget pesenannya. Emang Ourel mampu makan semuanya?” Tanya Bastian.
“Bukan Ourel, tapi kakak - kakak 3angels.” Kata Ourel pelan.
“Ohh mereka... Beraninya merintah Ourel! Sini Bastian tindas.” Bastian sok jagoan.
“Emang berani?” Tantang Ourel.
"Berani dong!" Kata Bastian dengan dada yang dibusungkan sejauh 1 meter. Ourel mendecih. Bastian melihat perlahan ke arah 3angels dengan teknik slow motion. Dipandangan Bastian, 3angels bagaikan 3 red queen. Barometer keberanian Bastian menjadi kuning seketika.
“Ngga deh. Hehe” Bastian nyengir.
“Udah sana! Pesenin! Ntar mereka marah lagi!”
“Yoo wess...Bastian pesenin. Buat Ourel apa sih yang ngga?” Gombal Bastian sebelum dia melaksanakan tugas negaranya *yaelah.
***
Sementara itu diruang OSIS, terlihat Zahra sang ketua OSIS mulai mendiskusikan masalah yang kira - kira akan terjadi pada saat camping. Terlihat juga anggota -anggotanya yaitu Riko, Gabriel, Cahya, Gita, Dayat, Kiki, Debo, Patton, Siti, Agni, Rahmi, beberapa murid lain dan Pak Duta sang pembina OSIS. Sebenarnya Shilla dan Cakka juga termasuk dalam kepanitiaan, tapi seperti biasa, lagi - lagi Cakka dan Shilla bolos ikut meeting OSIS.
“Jadi selanjutnya apa masalah yang kira - kira bakal terjadi kawan - kawan?” Tanya Zahra..
“Saya!" Kata Riko sambil mengangkat tangan. Zahra mengangguk tanda mempersilahkan Riko berbicara.
"Murid kelas 1 dan 2 itu kan lumayan banyak, jadi kemungkinan kita bakal susah tuh ngehandle nya ntar.” Kata Riko.
“Betul. Tapi jumlah siswa yang terdaftar hingga saat ini hanya 75 orang saja. Sisanya tidak mengikuti kegiatan ini dikarenakan ada yang tidak diizinkan orangtuanya dan ada juga yang memberikan alasan karena sakit. Maklum, sekarang kan musim sakit flu babi.” Terang Rahmi, ketua divisi pendaftaran. Semua menatap Rahmi heran.
“Emang di Indonesia udah ada yang tertular penyakit flu babi?” Kata Agni si cewek tomboy.
“Ehhh.. ngga tau juga sih? Tapi kayaknya ngga ada deh...hehe. Bercanda doang.” Rahmi malah nyengir.
“Tapi kalau cuman 75 orang mungkin bisa kita atur deh. Apalagi kalau ada Cakka dan Shilla. Soalnya ngga bakalan ada yang berani nentang mereka..” Celetuk Gita.
"Kalau masalah ngehandle siswa, kami guru - guru pasti berperan besar dalam bagian itu. Karna kami adalah penanggung jawab kegiatan ini. Jadi anak - anak, tidak perlu terlalu memusingkan masalah ini. Kalian cukup membuat konsep keamanannya saja." Kata Pak Duta bijak. Semua mengangguk senang.
Rapat pun diakhiri setelah dirasa agenda rapat mereka hari itu selesai. Walaupun rapat sudah berakhir, ruangan OSIS itu masih dipenuhi oleh panitia camping.
"By the way, Shilla sama Cakka kemana ya?” Kata Cahya sambil.
“Mereka ngga ikut meeting lagi.” Tutur Kiki.
“Maklum deh, mereka itu kan jarang ikut meeting OSIS! Palingan cuman nampang muka doang.” Celetuk Siti, yang sama tomboynya dengan Agni.
“Tau tuh mereka...” Debo ikut -ikutan.
“Biarpun gitu, mereka juga kan ada gunanya, apalagi Shilla.” Kata Riko membela Shilla Gabriel memutar bola matanya.
“Tau deh yang naksir Shilla..” Kata Gabriel.
“Tapi Riko juga ada benernya sih, mereka juga ada gunanya. Contohnya kita sering pakai mereka untuk memimpin anak - anak. Pasti bakal tertib dah” Celetuk Dayat.
“Benar juga tuh Dayat. Masukin aja mereka ke divisi keamanan." Kata Zahra.
“Aku boleh ikutan bantuin Cakka ngga?” Kata Gita centil.
“Aku juga pengen bantuin Shilla mimpin. Kan kasian kalau dia kecapean ngurusin anak - anak.” Ucap Riko dengan mata berbinar - binar.
"Huuu... Dasar kalian berdua!" Sorak anak - anak.
***
Esok harinya..
Dikamar serba cowok yang luas itu, terlihat Cakka sedang sibuk menyiapkan baju yang akan dia bawa pada waktu camping nanti.
Sretttt.
 “Siaappp!! Beres semuanya..” Tampaknya Cakka telah membereskan apa yang diperlukannya nanti.

Persahabatan bagai kepompong,
mengubah ulat menjadi kupu - kupu..

Handphone Cakka berdering. Dengan segera Cakka mengambil smartphonenya itu.
'Ify? Ngapain dia nelfon aku?' Tutur Cakka dalam hati, sembari langsung menerima telfon tersebut
 “Haloo...”
'Haloo... Cakka, tadi Zahra titip pesen ke aku, dia bilang kamu masuk ke dalam divisi keamanan, tugasnya memimpin anak - anak cowok selama camping.”
“Ohh. Cuma itu. Kirain mau dimarahin lagi gara - gara ngga ikut meeting OSIS.”
“Kamu ngga ikut meeting lagi?”
“Iya, kenapa?”
“Cakka.. Cakka..dari dulu ngga pernah berubah ya?” Kata Ify dengan nada herannya. Mengingat dulu Ify pernah menjadi pacar Cakka, sehingga ia mengenal sifat - sifat Cakka.
“Hehe. Kamu masih ingat aja sifat aku.”
“Ya masih lah.. Sifat kamu itu susah dilupain tau. Anak bandel yang tingkat senioritasnya tinggi tapi narsisnya gak tertolong.” Kata Ify. Cakka tertawa kecil.
"Hehe. Jangan - jangan kamu masih suka lagi sama aku.”
“Tuh kan.. Baru aja aku bilang. Sifat kamu yang narsis itu lho. Haha. Udah ya Cak, aku masih banyak kerjaan.”
“Oh yaudah..”
“Da...”
"Iya."
***
Sementara itu.......
“Via, semua makanannya udah siap kan?” Tanya Shilla.
“Siapp!” Jawab Via mantap.
“Kalau alat - alat dandan?” Tanya Oik. Shilla mendengus. Agak susah memaklumi sifat suka berdandan sahabatnya yang satu itu. Mau camping aja bawa alat - alat dandan.
“Udah dong." Jawab Via lagi.
"Alat - alat mandi?” Tanya Shilla kepada Oik.
“Sipp.” Jawab Oik. Three angels udah siap semua nih.

Persahabatan bagai kepompong,
mengubah ulat menjadi kupu - kupu..

Nada dering yang sama dengan Cakka terdengar dari smartphone Shilla.
“Halo.." Sapa Shilla.
"Halo.." Sapa seseorang dibalik telepon.
"Kenapa Irva?”
“Shill, tadi Zahra titip pesen ke aku dan Ify, dia bilang kamu sama Cakka masuk ke divisi keamanan.” “Maksudnya berdua gitu?!” Shilla shock. Bisa kiamat dunia kalau dia sama Cakka tugas berdua, pikirnya.
“Ya ngga..maksudnya kamu yang mimpin anak - anak cewek dan Cakka mimpin anak - anak cowok.” Terang Irva.
“Oh, syukur deh kalau gitu.”
“Kamu bisa kan mimpin anak - anak?”
“Bisa dong. Kalau masalah mimpin memimpin sih gampang.” Kata Shilla menyentil ujung jarinya.
“Oke. Aku percaya deh sama kamu. Tapi kamu juga yang tanggung jawab kalau ada apa - apa sama anak - anak cewek ya.”
“Oke. It’s easy!”
“Oke deh kalau gitu. Udah ya Shil. Bye.”
"Bye."

Shilla menaruh kembali smartphone nya diatas meja belajar.
“Siapa Shill?” Tanya Via.
“Irva, katanya aku dimasukin ke dalam divisi kemanan, mimpin anak - anak cewek.” Jawab Shilla santai. “Oh gitu..” Jawab Via. Dengan potensi senioritasnya Shilla, Via percaya Shilla mampu mengemban tugasnya.
“By the way, kalian jangan lupa bawa baju secukupnya aja ya. Dan jangan bawa baju yang ribet - ribet.” Saran Shilla.
“Oke. Tinggal suruh Ma’e bawain bajunya kesini aja lagi.” Jawab Oik.
“Aku juga udah siap, tinggal telfon Mamaku aja.” Kata Via nyambung.
“So..kalian jadikan nginap disini?” Tanya Shilla.
“Jadi dong.....” Kata Via dan Oik kompak. Shilla tersenyum senang.

To be continue...

Saturday, 23 January 2010

Brothers On 3 and Three Angels Part. 1

Cerita baru nih guys....
Judulnya Brothers on 3 and Three Angels. Cuman sampai part 5 aja. Ini cerita buat pengganti CGS sementar. Sementara doang kok. CGS part 5 yg udah aku buat (walaupun baru setengah sih) ilang! :’(. Huaaa.. aku nangis sampe mataku bengkak gara - gara semua file, Foto, Dokumen, sama Mp3 aku hilang semua. Syukurnya lagu2 Cakka dan anak2 IC masih ada di hp aku. Jadi masih bisa dicopy. Loh kok jadi curhat gini? *abaikan
Ya udah, langsung aja ya...
Selamat membaca :)

“Anak-anak Idola Cilik School semuaa. Khususnya untuk anak kelas 1 dan 2. Kita akan melaksakan camping bersama. Sedangkan anak kelas 3 tidak ikut dikarenakan akan menempuh ujian...” Terang Bu Ira sang kepala sekolah Idola Cilik school di halaman sekolah.

“Yaaahh..........” Keluh anak - anak kelas 3. Sedangkan anak - anak kelas 1 dan 2 bersukaria. Hingga timbulah keributan disemua barisan.

“Tenang..tenang semuanya! Ada satu info lagi...” Bu Ira sengaja memotong pembicaraannya karena masih ada suara - suara yang terdengar dimana mana. Melihat itu, semua anak - anak Idola Cilik School menghentikan pembicaraannya. “Campingnya akan kita laksanakan pada tanggal 7 Juli nanti. Sekitar 2 bulan lagi...” Semua membulatkan bibirnya, terkecuali anak - anak kelas 3 yang sedang merenggut kesal.

“Ibu kira cukup sekian info dari Ibu, persiapkan apa yang kalian perlukan nanti. Perlengkapan yang diwajibkan untuk dibawa akan diinfokan lebih lanjut. Selamat Siang, kembali ke kelas kalian dengan tertib.” Semua murid Idola Cilik Junior School pun berhamburan menuju kelas masing - masing.

Three Angels (Shilla, Oik, Sivia) berjalan menuju kelas mereka yaitu kelas 2a dan Brothers on 3 (Cakka, Obiet, Irsyad) sedang menuju kekelas 2b.

Shilla berhenti tiba - tiba. Oik terlihat heran.
“Kenapa Shill?” Tanya Oik lembut.

“Duh, aku pengen pipis....” Kata Shilla. “Temenin aku yuk...” Lanjutnya lagi.

“Kamu sendiri aja deh. Kita berdua kan belum ngerjain PR kesenian. Kamu kan udah ngerjain. Udah nyontek Angel sih..” Kata Sivia yang kerap dipanggil Via itu memelas.

“Tau tuh Shilla. Udah ngeboking PR si pintar Angel, tapi ngga bagi - bagi kita...” Kata Oik menyenggol sikut Via.

“Aduhh, kalian ini. Kalian kan bisa cepet - cepet minjam ke Angel. Cepetan. Kan habis ini kita pelajaran Kesenian, lagian Pak Dave kan masuknya telat. Mungkin dia dandan duluan di kantor.” Kata Shilla tambah nerves, kebelet pipis.

“Iya juga yah...” Segera Oik dan Via berlari kekelas. Dan Shilla berlari terburu - buru menuju toilet.

Braakkkkk. Tabrak seorang cowok.
“Duh. Kalau jalan liat - liat dong...”

“Sorry, sorry.” Tanpa memperdulikan lagi siapa orangnya, Shilla langsung pergi ketoilet. Terlihat toilet cewek udah pada penuh. Dan yang tersisa hanya satu toilet cowok. Tanpa ba bi bu lagi Shilla langsung berlari ke toilet cowok yang bersebelahan dengan toilet cewek.

Bruuukkk. Kali ini seorang cowok berparas cakep menabrak dirinya.
“Eh, aku duluan masuk ke toilet ini!” Seru Shilla berontak melihat cowok berparas cakep itu ingin memasuki toilet itu juga.

“Eh...kamu ngapain masuk toilet cowok?” Berontak cowok cakep tersebut. Shilla baru sadar, bahwa yang menabrak dirinya tadi adalah Cakka.

“Sorry. Gue kebelet pipis...” Kata Shilla menurunkan volume suaranya.

“Tapi tetep aja kamu ngga boleh masuk toilet cowok..” Kata Cakka menegur.

“Abisnya toilet cewek udah penuh..” Shilla memelas.

“Tuhh... Masih ada yang kosong...” Tunjuk Cakka. Spontan Shilla menengok kearah toilet cewek.

“Ngga adaa....” Kesempatan itu diambil Cakka untuk memasuki toilet yang mereka perebutkan sedari tadi.

Setelah sadar, bahwa Cakka menipunya. Shilla langsung berbalik.
“Eh, sialan banget sih lo!” Kata Shilla menggubrak pintu toiletnya. Keluar seorang cewek bergigi kawat dari toilet cewek, yaitu Osha.

“Kamu lama banget sih.” Kata Shilla sambil memasuki toilet tersebut. Osha yang tidak tau apa - apa hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.
Setelah keluar dari toilet. Shilla melihat Cakka sedang menalikan tali sepatunya yang lepas, tak jauh dari toilet.

“Heh cowok rese! Gara - gara kamu aku hampir pipis di celana tau.” Kata Shilla marah - marah.

“Siapa suruh masuk WC cowok?!” Kata Cakka santai, bersiap sambil pergi.

“Eh, kamu resek banget sih Cakk!” Teriak Shilla.

“Kamu tau nama aku??” Kata Cakka berbalik.

“Ya tau lah. Kamu ketua genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu kan?” Kata Shilla dengan judesnya.

“Ihh. Emang kamu ngerasa cantik? Bisanya ngatain orang aja. Kamu siapa sih?” Tanya Cakka balik.

“Aku? Kamu pikir aja sendiri..” Balas Shilla. Setelah berfikir agak lama, Cakka baru sadar bahwa cewek yang dari tadi ribut sama dia adalah Shilla, kepala genk Three Angels.

“Oh...pantesan aja kamu berani ngomong gitu ke Brothers On 3. Kamu Shilla kepala genk Three Angels yang pada centil itu kan?” Balas Cakka.

“Berani ya kamu bilang gitu ke anak - anak Three Angels. Three Angels itu jauh lebih baik dari pada Brothers On 3 yang sok kecakepan itu!” Kata Shilla memberontak.

“Heh, kamu fikir Three Angels itu paling baik? Paling cantik? Gitu? Malah sebaliknya, Three Angels itu sok cantik dan centil!” Kata Cakka mengakhiri pembicaraanya, lalu berbalik arah menuju kelas. meninggalkan Shilla yang tengah memakinya.

“Dasar kepala genk ngga becus! Urusin tuh anak buah kamu yang sok kecakepan!”Seru Shilla memandang punggung Cakka yang kian menjauh.
***
Dikelas 2a.
“Kamu kenapa Shilla? Kok mukanya bete gitu?” Tanya Via yang duduk bersama Oik didepan bangkunya. Oik yang tengah asyik menyalin contekan PR keseniannya yang tinggal sedikit.

“Itu, tadi di toilet aku perang sama Cakka.” Sungut Shilla.

“Ha? Cakka yang kepala genk Brothers On 3 itu? Kok bisa?” Kata Via shock.

“Iya. Kok bisa??” Oik melanjutkan.

“Iya, kepala genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu. Masa dia ngatain kita Three Angels ini kecentilan. Sok cantik lagi. Bete ngga dikatain gitu.” Ujar Shilla merenggut kesal.

“Dia bilang kayak gitu? Rese banget tuh dia.” kata Oik mengepal-ngepalkan tangannya.

“Trus kamu jawab apa ke dia?” Tanya Via.

“Ya, emang sih aku yang pertama bilang mereka sok kecakepan. Tapi emang mereka sok kecakepan kok. Iya kan ik...” Kata Shilla mencoba mencari dukungan dari Oik.

“Iya. Emang tuh BO3 sok kecakepan banget! Aku ngga terima kalau mereka ngatain kita kecentilan dan sok cantik!” Kata Oik membara.

“Jadi...” Via menatap kedua sahabatnya itu.

“So, kita mesti..” Potong Shilla.

“Ngebalas perbuatan mereka.....” Kata mereka bertiga kompak sambil menatap satu sama lain.
***
Di waktu yang bersamaan dengan ruang yang berbeda..
“Cak? Kenapa mukanya kusut gitu?” Tanya Obiet melihat sahabatnya itu. Belum sempat Cakka bicara, Irsyad udah duluan bicara.

“Iya tuh. Kusut amat muka kamu Cak? Perlu aku setrikain ngga? Ntar aku suruh Bi Inyem nyetrikain muka kamu yang kusut ini. Hmm...kalo udah Bi Inyem yang nyetrikain, behhh... Pasti muka kamu licin banget! Pokoknya T.O.P B.G.T lahhh.” Kata Irsyad sambil mengancungkan jempolnya kanannya yang sama baunya dengan jempol kakinya kehadapan Cakka.

“Huhh. Bau amat jempolmu?! Ngga ada bedanya dengan bau jempol kaki kamu syad!” Kata Cakka menutup hidungnya. Obiet ngikik.

“Hehe.” Irsyad malah nyengir.

“Jadi kenapa muka kamu kusut gitu?” Tanya Obiet lanjut.

“Tadi ada cewek cerewet banget ngatain kita sok kecakepan!” Kata Cakka seadanya.

“Wah, siapa tuh? Beraninya ngatain kita gitu. Emang dia lebih baik apa dari kita - kita.” Kata Irsyad tak terima.

“Emang siapa sih?” Obiet mengernyitkan keningnya.

“Three Angels.” Tutur Cakka simple. Karna sedang kesal Ia jaddi malas berbicara banyak.

“Ha? Three Angels? Mereka semua bilang gitu kekita?” Tanya Obiet.

“Ngga semuanya sih. Tapi ketuanya, Shilla.” Terang Cakka.

“Wahh.. Ngga bisa dibiarin gitu aja nih.” Kata Obiet mengepal-ngepal. Setelah Cakka berkata demikian, mata Irsyad berbinar-binar.

“Shilla? Ashilla Zahrantiara itu Cak? Yang anak kelas 2a itu...” Kata Irsyad memajukan mukanya kehadapan Cakka.

“Ahh. Muka kamu jauhan dikit kenapa!” Kata Cakka memundurkan muka Irsyad. Irsyad hanya termangu.

“Emang kenapa? Kamu suka sama dia..” Kata Obiet pelan.

“Iya. Dia itu cantik banget. Sesuai banget dengan nama genk nya Angels. Trus dia lagi ketuanya..” Kata Irsyad berbinar-binar.

“Cantik apanya? Cewek rese gitu juga!” Tutur Cakka heran.

“Tau tuh si Irsyad. Mendingan juga Oik.” Kata Obiet ngga mau kalah.

“Eh. Cantikan Si Shilla lagi. Shilla juga punya banyak fans.” Bela Irsyad yang seolah - olah ngajak ribut Obiet.

“Tapi, Oik lebih imut dan manis daripada Shilla.” Obiet malah melakoni Irsyad.

“Siapa bilang? Shilla lebih fashionable, lebih manis, lebih cantik, dan pastiya lebih banyak dikejar-kejar cowok lagi!” Irsyad membuat Obiet terdiam.

“Ehhhh....Oik...Oik...Oik...Oik...” Obiet sempat terdiam sebentar.

“Apa? Oik kenapa?” Irsyad merasa menang. Sedangkan Cakka keheranan melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

“Oik lebih lembut, lebih sopan. Hayoo.. ngga bisa ngomong lagi kan?” Obiet ngga mau kalah.

“Tapi Shilla lebih oke kan daripada Oik?!” Obiet kembali terdiam. Baginya Oik is the best.

“Aduhh, kalian ini gimana sih? Kok malah ngeributin mereka? Udah tau mereka yang ngejelek - jelekin kita. Masih aja naksir sama Shilla dan Oik.” Cakka menegur mereka.

“Iya juga sih. Kenapa kita jadi ngeributin mereka. Sedangkan mereka habis - habisan jelekin kita.” Obiet berusaha bijak (emang Obiet udah bijak dari sononya kok).

"Iya juga ya. Kenapa kita muji mereka? Sedangkan mereka ngehina kita!” Irsyad juga berusaha bijak.

“Jadi?” Obiet menatap Cakka dan Irsyad, sama halnya ketika Via menatap Shilla dan Oik.

“Jadi...kita mesti ngebalas perbuatan mereka.” Kata BO3 kompak.


Gimana ceritanya?? Maaf ya kalau ga bagus.
Soalnya cuman iseng aja bikin cerita kayak ginian. Eh, tau - taunya selesai.
Daripada lama nunggu CGS, mendingan aku post aja cerita ini.
Tunggu part keduanya ya.. :)