Saturday, 26 June 2010

Brothers On 3 and Three Angels part 4

“Iyan, Osha...kalain dari mana aja sih? Daritadi kami panik mencari kalian.” Kata Pak Duta mengomeli mereka.
“Cakka dan Shilla man?” Tanya Pak Duta lagi.
“Mereka tadi masih dibelakang pak.” Jawab Osha.
***
“Cak, biarin aja deh....ngga apa kok kalau gelangnya hilang.” Kata Shilla.
'Daripada kamunya yang hilang.. Hehe...' Lanjut Shilla dalam hati.
“Beneran ngga apa?” Tanya Cakka.
“Beneran kok.” Kata Shilla yakin.
“Hmmm.. Ya udah kita balik....” Ajak Cakka tenang.
'Uhh.. Ternyata Cakka baik ya orangnya.' Kata Shilla dalam hati lagi.
“Aduh!” Ringis Shilla, kakinya tersandung batu.
“Kamu Kenapa?” Tanya Cakka perhatian.
“Ngga, cuman kesandung batu.” Jawab Shilla simple.
“Sini aku obtain...mumpung aku bawa obat P3K....” Kata Cakka care.
“Ngga apa kok, cuman luka dikit aja.” Kata Shilla.
“Biarpun lukanya cuman dikit. Tapi mesti diobatin...” Ucap Cakka dengan kekhawatirannya.
“Ngga usah. Aku ngga apa - apa kok. Beneran deh. Kamu kok tiba - tiba care gitu sama aku?” Tanya Shilla heran.
“Hmm? A-a-aku ngga tau..” Cakka menggaruk kepalanya yg tidak gatal. Hatinya berdebar - debar kencang.
“Kamu pernah berfikir ngga kalau
...” Omongan Shilla terpotong ketika terdengar suara Pak Duta memanggilnya.
“Shilla! Cakka!" Seru Pak Duta, mulai lega ketika melihat kedua muridnya itu.
“Iya pak!” Shilla dan Cakka pun segera berlari menuju arah suara itu.
“Kalian dari tadi kemana saja? Ayo ikut Bapak!” tegas Pak Duta. Shilla dan Cakka tampak pasrah. Pak Duta membawa mereka menuju lokasi perkemahan.
"Darimana kalian sejak tadi ?” Tanya Bu Ira bertanya ke Iyan dan Osha.
"Itu bu. Eee..” Jawab Osha gugup.
"Tadi mereka berduaan tuh bu..” Adu Cakka.
“Huuuuuuuuu......” Sorak Shilla.Wajah Osha dan Iyan tampak merah karma malu.
"Kamu sendiri sama Shilla kemana tadi?” Tanya Bu Ira. Semua menoleh ke arah Cakka.
“Nah itu dia bu, tadi saya sama Shilla pergi mencari mereka berdua ini bu..” Jawab Cakka.
BO3 dan 3angels yang sedang menguping pembicaraan mereka, terlihat sangat heran. Yang mereka tau, Shilla dan Cakka itu ngga akur. Tapi kok bisa pergi berdua ya? Apa jangan - jangan...
“Tapi kenapa kalian tidak memberitahu dulu kalau kalian ingin mencari Iyan dan Osha?” Tanya Bu Ira lanjut. “M-maaf Bu..” Jawab Shilla gugup.
Kalian kenapa? Kalian takut kami marahi karena tidak bisa menjaga dan memimpin teman - teman kalian?” Bu Ira tampaknya sudah tau jalan pikiran mereka. Cakka, Shilla, Bastian dan Osha terdiam.
“Ya sudah. Ibu tidak tau harus mengatakan apa lagi. Sebagai konsekuensinya, besok kalian harus menjalani hukuman. Shilla dan Osha membantu seksi komsumsi memasak dipagi hari. Sedangkan Cakka dan Iyan membantu Riko dan Gabriel mencari kayu bakar. Kalian harus melaksakannya mulai besok pagi. Dan Ibu tidak mau kejadia sepeti ini terulang kembali, baik itu untuk kalian dan seluruh peserta kemah ini. Paham?”
"Paham.” Seru Cakka, Shilla, Bastian dna Osha.
“Baiklah anak - anak. Kalian bisa kembali ke perkemahan kalian.” Mereka berempat pun kemudian kembali ke perkemahan.
“Karena jam sudah menunjukan pukul 10.30, kalian diharuskan untuk kembali ke tenda dan tidur. Tapi dengan syarat kalian tidak boleh ribut! Kalian bisa pergi ke tenda kalian sekarang.” Seru Pak Duta.
"Baik, Pak!" Seru anak - anak kompak. Setelah itu, semua anak - anak bubar menuju tendanya masing - masing.
Irsyad tampak buru - buru membawa Cakka ke dalam tenda mereka. Cakka heran sendiri.
“Cak, kamu sama Shilla ngapain tadi? Ngga ngapa - ngapain kan??” Tanya Irsyad jealous.
“Ngga lah. Palingan cuma pelukan..” Kata Cakka kalem, Irsyad shock.
"Ah, yang beneran Cak?” Tanya Irsyad tak yakin.
“Beneran. Dia duluan sih kok yang meluk aku. Kenapa? Jealous ya?” Tanya Cakka santai. Irsyad mengerutkan kening tak santai.
“Ya jelas lah aku jealous. Kamu emang ngga setia kawan!” Seru Irsyad. Cakka ngga tau kalau pada akhirnya Irsyad benaran marah.
“Haha. Ngga kok syad. Tadi dia meluk aku cuman karena dia takut ngedenger suara Anjing ngaum.” Kata Cakka berusaha menenangkan Irsyad.
“Aduh. Syukur deh Cak, aku pikir kamu sama dia udah pacaran.” Ucap Irsyad agak lega mendengar perkataan Cakka tersebut. Walaupun hatinya tetap jealous.
“Teneng aja kok syad, aku ngga bakalan ngambil pujaan kamu itu kok..” Cakka menepuk pundak Irsyad. “Cak, kayaknya Oik suka sama kamu deh!” Sambung Obiet.
“Ha? Oik? Kok bisa?” Ucap Cakka shock. Tak habis pikir dengan apa yang dikatakan Obiet barusan. Is it true?
“Iya. Aku perhatiin kayaknya dia selalu senyum - senyum ngeliat kamu.” Obiet terlihat lesu.
“Santai bro.. Aku ngga bakalan ngerebut dia dari kamu kok walaupun dia suka sama aku! Lagian ada cewek lain yang lebih menarik buat aku.” Kata Cakka smabil membayangkan gadis yang tengah sibuk - sibuknya mengisi otak dan hatinya saat ini. Obiet terlihat sangat lega.
“Bagus deh kalau gitu. By the way, tenda disebelah kita ribut amat sih? Kayak tempat disko aja? Emang siapa sih yang menghuni tenda sebelah?” Tanya Obiet. Irsyad dan Cakka mengangguk setuju.
“Iya tuh. Aku kira beneran ada club disini!” Jawab Irsyad ngaco. Mereka bertiga kompakan menegok keluar tenda, hanya kepala doang yang muncul dipintu tenda mereka.
‘Tedew... tedew... tadaw... tadaw... tidiw... tidiw.... Huuu......” Sorak suara cewek - cewek layaknya beneran lagi berdisco.
“Siapa sih?” Cakka penasaran.
“Kita liat yuk. Ntar kita dimarahin sama Pak Duta nih kalau mereka masih ribut” Kata Obiet bijak.
"Yukk.....” Mereka pun keluar dari tenda mereka dan langsung menuju tenda tetangganya.
“Excuse me..’ Kata Cakka permisi.
"Excuse we, kali Cak.” Saran Irsyad.
Cakka yang emang ga tau juga, mengikui saran Irsyad denga lugunya.
“Ehm. Ehm. Excuse we..”
“Ha? Emang ada?” Cakka garuk - garuk kepala, menyesal telah mengikuti saran Irsyad yang ngaco.
“Siapa? Mau ikutan disco?” Tanya salah satu cewek dari dalam tenda.
“Boleh.” Jawab Cakka ngasal.
“Cakka!” tegur Obiet.
“Siapa sih diluar” Tanya cewek yang lain dari dalam tenda.
“Liat aja sendiri...” Kata Irsyad. Yang pertama keluar adalah sosok cewek bertubuh mungil, yaitu Oik. Kepala Oik muncul dari pintu tenda.
"Ha? Ya ampunnn!” Segera Oik menutup lagi pintu tendanya.
"Siapa?” Tanya Via.
“Liat aja sendiri.” Sekarang kepala Via yang muncul dari pintu tenda.
"Asthafirullagh." Seru Via dan langsung kembali masuk dan menutup pintu tendanya kembali. Para cowok yang ada diluar hanya bisa terbengong dan sudah tau siapa cewek - cewek yang mengisi tenda keramat itu. Sementara itu didalam tenda, Oik dan Via hanya bisa bertatap - tatapan sehingga membuat Shilla juga ikutan penasaran. Muncullah kepala Shilla dipintu tenda mereka. Yang pertama dilihatnya ada sosok cowok yang telah memberi warna kepadanya hari ini.
“Oh my gosh.” Shilla kembali masuk lalu menggigit jari. Mereka bertiga saling tatap - tatapan, sementara musik masih terus terdengar walaupun sudah dikecilkan. Akhirnya mereka sepakat untuk keluar tenda
“Kalian? Mau apa kalian disini?” Teriak mereka kompak.
“Kalian itu berisik banget. Kuping kita mau peceh dengerinnya!”Pprotes Cakka.
“I’m so sorry ya Cak, kita udah gangguin istirahat kalian.” Kata Shilla mewakili 3angels. Oik, Obiet, Irsyad dan Via kebingungan karena bisa - bisanya Shilla meminta maaf kepada Cakka, padahal baru aja kemarin mereka ribut - ributan.
“Ngga lagi istrahat sih. Tapi volume musiknya dikecilin tuh, ntar bisa - bisa kedengaran sama guru - guru lagi, trus bisa ganggu yang lain.” Kata Cakka menasihati Shilla.
Sekarang Oik, Obiet, Irsyad dan Via giliran bingung sama Cakka, kenapa Cakka bisa baik banget gini sama Shilla.
“Kenapa kalian pada diem?” Tanya Cakka heran.
“Ha? Ngga, kami heran aja kok kalian pada akur gini? Padahal kemarin kan kalian ngga akur? Kalian sakit ya?” Tanya Oik.
“Atau... kalian lagi terkena sindrom cinta setelah nghilang tadi?” Sambung Obiet.
“Ya ngga lah. Ngga mungkin dong, lagipula kayaknya ngga baik deh kalau kita musuh - musuhan terus.” Jawab Shilla.
“Bener tuh. Siapa juga yang terkena sindrom cinta Shilla?” Kata Cakka sedikit tidak terima dengan jawaban Shilla tadi.
“Emang aku mau sama kamu?” Balas Shilla.
“Udah, udah.. Katanya ngga baik kalau kita musuh - musuhan, tapi kok kalian mulai lagi?” Kata Via.
“Ya udah deh, gini aja. Mulai detik ini ngga ada lagi yang berantem - berantem, terutama Shilla dan Cakka. Karena hanya mereka doang yang dari kemarin pada ngga akur. Trus, mulai detik ini juga kita sahabat, oke?” Kata Irsyad bersemangat.
“Oke!” Jawab yang lain dengan kompak dan penuh semangat.
“Dan.. kita pergunakan camping kita selama 3 hari ini untuk menjalin persahabatan, oke?” Tutur Irsyad lagi. “Okkkkeeeeeeeeee!!” Jawab yang lain lebih bersemangat lagi. Tak lama setelah itu, mereka kembali ke tenda mereka masing - masing untuk beristirahat.
***
Hari udah mulai tengah malam, hampir semua sudah beristirahat untuk melanjutkan aktivitas besok pagi. Cakka dan Shilla yang masih terjaga sejak tadi. Sebenarnya Oik dan Irsyad juga masih belum bisa tidur. Mereka hanya menutup mata, tetapi pikiran mereka tak bisa ikut terlelap. Shilla berpikir untuk pergi keluar tenda karena terdengar masih ada juga suara yang muncul di luar tenda. Terlihat Dayat bersama Zahra, Bastian bersma Ourel, Iyan bersama Osha, dan Gabriel bersama Agni. Suasana terasa sepi sekali karena banyak peserta keah yang sudah terlelap. Ditengah hutan green greeny yang sedang diselimuti hawa dingin itu, Shilla ikut bergabung dengan teman - temannya yang masih terjaga dan sedang mengelilingi api unggun yang mereka buat sendiri.
Bintang - bintang bertaburan dilangit tak henti - hentinya dipandang Shilla. Hanya dirinya sendiri yang menikmati pemandangan itu sendirian, sedangkan yang lain berduaan dengan pasangannya masing - masing.. Seseorang menepuk pundak Shilla, dengan segera Shilla menoleh kebelakang.
“Eh, Cakka?” Ya, ternyata yang menepuk pundak Shilla tadi adalah Cakka. Cakkapun langsung duduk disamping Shilla.
“Kamu jam segini masih belum tidur?” Tanya Cakka.
“Aku masih belum bisa tidur Cak, kamu sendiri kenapa belum tidur?” Tanya Shilla balik.
“Hm.. Sama aku juga belum bisa tidur..” Jawab Cakka sambil memandangi Shilla.
“Kamu daritadi tadi ngeliatin? Kayaknya asik banget.” Kata Cakka tersenyum.
“Ngeliatin bintang - bintang. Langitnya indah banget kalau diliat dari lokasi ini, alam memang indah banget.” Jawab Shilla ikut tersenyum. Mereka berdua hanyut dalam suasana tenang itu.
Ternyata diam - diam, Oik dan Irsyad mengintip mereka dari dalam tenda mereka masing - masing tanpa diketahui siapapun.
“Apalagi kalau dilangit ada wajah kamu. Pasti makin indah..” Ucap Cakka masih dengan seyuman mautnya.
“Gombal banget. Dasar.” Tutur Shilla kemudia tersenyum.
Oik dan Irsyad yang mengintip percakapan mereka itu semakin cemburu dan sedih. Walaupun begitu, masing - masing mereka merasa bersalah karna udah menghalangi perasaan sahabatnya sendiri.
“Hm Shil, tipe cowok kamu itu yang gimana sih?” Tanya Cakka serius.
"Tipe cowok aku itu yang bisa bikin aku nyaman. Emang kenapa Cak?”
“Ngga, cuman nanya aja kok. Kayaknyaaku tipe cowok yang bisa bikin kamu nyaman..” Kata Cakka narsis.
“Ya elah, narsis!” Seru Shilla. Cakka hanya bisa tertawa.
Mendengar itu Irsyad dan Oik semakin lemah. Kini mereka benar - benar harus merelakan hatinya. Mereka tau bahwa kedua sahabatnya itu saling suka.
'Cakka kelihatan beda kalau lagi sama Shilla, mugkin aku ga seharusnya menghalangi mereka lagi Ini cukup jelas kan..' Kata Oik dalam hati. Air matanya menetes perlahan.
'Kalau Cakka dan Shilla beneran saling suka, Aku harus siap untuk ngelupain perasaan aku ke Shilla. Tapi.. bukannya ini udah jelas banget?' Batin Irsyad. Ia terus menunduk, merasa cemburu melihat gadis yang ia sukai dekat dengan sahabatnya sendiri.
Setelah cukup lama bersenda gurau, Akhirnya Cakka dan Shilla mulai mengantuk.
“Kayaknya aku udah mulai ngantuk deh Cak, aku mau tidur..” Ucap Shilla.
Oik langsung kembali berbaring dan menutup tendanya dan berpura - pura sudah tidur, hatinya masih tak tenang.
"Ya udah kamu istirahat aja lagi. Aku juga udah ngantuk..” Ucap Cakka. Shilla mengangguk pelan.
"Kamu juga balik lagi ke tenda kamu ya."
"Sip bos." Jawab Cakka dengan senyumannya. Shilla pun segera beranjak dari tempat duduknya dan segera memasuki tendanya. Cakka terus memandanginya, kemudian tringat sesuatu.
"Shil!" Seru Cakka. Shilla menoleh perlahan. Cakka terkesima sejenak melihat Shilla dari angle yang cukup bagus.
"Kenapa?"
"E-em.. I-itu, have a nice dream ya!" Kata Cakka dengan senyuman termanisnya. Shilla ikut tersenyum.
"Have a nice dream!" Kata Shilla. Kemudian Cakka pun memasuki tendanya dan mulai memejamkan mata, begitu juga dengan Shilla. Mereka berdua terlelap dengan hati yang berubunga - bunga. Sementara itu, Irsyad dan Oik masih merasa sedikit cemburu. Mereka bingung, haruskah mereka merelakan perasaan mereka sendiri?

To be continue...

NB: Last part will be post tomorrow, don't miss it! Thank you :)

No comments:

Post a Comment

I accept all kind of comments (including flame). I need your opinion about my works, so I'll better than this time. Don't forget to comment, guys :)

Follow by Email