Tuesday, 16 July 2013

Apa itu Otaku?

Haloo people...
Kali ini saya akan membahas mengenai satu istilah yang tidak asing kita dengar/lihat baik itu didunia nyata maupun dunia maya. Kalian pecinta anime? Mengidolakan negara Jepang? Baik baik.. Bisa saya tebak anda tentu sudah mengenal istilah yang akan dibahas kali ini dengan sangat baik.
Tapi saya memposting entri ini bukan bertujuan untuk sok menggurui anda - anda yang sudah tau loh, melainkan saya memposting ini untuk membantu memberi informasi kepada mereka - mereka yang belum tau. Oke guys?
Nah daripada dengerin (rd: baca) saya banyak membacot, lebih baik kita langsung saja ke topik..
Merasa bingung dengan apa pengertian otaku sebenarnya?
Mari kita simak terlebih dulu apa pengertian otaku menurut wikipedia:

Thursday, 4 July 2013

tHe_Nemo Production Present: 5 BINTANG



5 BINTANG

Impian adalah suatu hal yang ingin kita gapai. Impian hadir ketika jalan pikiran kita terbuka untuk suatu hal yang positif, dan mutlaknya kita pasti selalu ingin menggapai impian itu. Impian bersinar seperti bintang ketika kelam mengelilinginya. Kalian tau? Bintang kami berdekatan, meskipun berbeda walau serupa. Ketika semesta impian mempertemukan kami, disinilah awal mula persahabatan kami dimulai….

Matahari bersinar lagi, Ia memang tak pernah terlambat untuk hadir. Sama seperti waktu. Atau memang matahari-lah waktunya. Sinar kuning keemasan dari sang raja cahaya itu menerangi Don Bosco High School dengan cerah. Don Bosco High School yang notabenenya adalah SMA Don Bosco, sekolah tingkat menengah atas yang dikelilingi warna hijau disana sini pagi ini tampak lebih ceria. Murid - murid berseragam putih abu – abu berdatangan dengan wajah ceria yang semakin membuat sekolah ini terasa lebih beraura semangat. Jika kita memasuki gerbang yang langsung menuju koridor perbatasan kelas 10C dan 10D, kita bisa melihat banyak murid berlalu lalang. Ada yang datang dan pergi. Dikoridor itu juga tampak seorang siswa yang juga berseragam putih abu – abu sedang bersandar dengan santainya di mading samping koridor. Sepertinya sedang menunggu seseorang.

“Hoi fey, ngapain lo disini?” Sambar seorang gadis berambut panjang dan lurus tiba – tiba. Fey, alias Felik Yudha yang disambar menampakan muka sok kerennya setelah agak dikagetin dengan kedatangan gadis itu.

“Hehe. Aku kan nunggu kamu.” Ucap Fey nyengir. Gadis itu mengerutkan alisnya. Ia tau sifat temannya yang satu ini.

“Jangan bohong lo. Lo nunggu gebetan baru kan? Hayo ngaku deh?!” Goda gadis itu agar Fey mau mengaku.

“Iya... Kan kamu gebetan barunya, Sis. Hehehe” Goda Fey balik masih dengan cengirannya.

“Ah, dasar lo Fey. Tetap aja nggak mau ngaku. Yaudah, gue ke kelas dulu. Lima belas menit lagi masuk nih. Selamat menunggu.” Ucap gadis yang bernama Siska itu langsung melengos pergi ke kelasnya 12 IPA. Fey masih tetap nyengir sambil meneriakkan candaan yang dihiraukan Siska. Memang sudah takdirnya memiliki hobi menjaili orang – orang, gak bisa diam, dan tentunya suka menggoda teman – temannya.

***

Sementara itu, di depan kelas 12 IPA, gadis yang berambut tomboy sedang bertingkah dengan gaya cengar cengirnya.

“Bentar lagi masuk woi!! Masuk masuk!” Teriak gadis itu kepada murid – murid yang masih berlalu lalang di depan koridor kelas 12 IPA, ada juga siswa siswi yang masih memarkirkan motornya di halaman depan kelas 12. Sehingga murid – murid yang masih berlalu lalang itu segera bergegas menuju kelas masing – masing. Semenit kemudian bel masuk pun berbunyi.

“Hampir terlambat. Hahahaa” Kata seorang siswa dengan rambut ikal yang baru datang tepat 10 detik setelah bel berbunyi. Ya tetap saja namanya terlambat kan. Tetapi karena guru belum masuk, maka siswa itu selamat dari hukuman. Apalagi setelah ini pelajaran matematika.

“Cepetan masuk woy Marcel! Mumpung Bu Imel belum datang.” Teriak gadis berambut pendek itu.

“Iya iya, Neva. Ini juga udah mau masuk gue.” Kata Marcel kepada gadis berambut pendek yang bernama Neva itu. Lalu mereka berdua memasuki kelas.

“Hoy, hoy. PR yang nomer ini lo udah belum?” Kata Marcel setelah duduk dikursinya sambil seenaknya mencolek – colek bahu gadis berambut panjang yang duduk di depannya –tepatnya diserong kiri depannya-. Si gadis yang merasa dipanggil menoleh.

“Belum..yang ini susah tau. Gue ga dapet hasilnya.” Jawab gadis itu.

“Biarin aja ga usah dikerjain. Ga dapet seratus juga ga apa, yang penting kan udah dikerjakan. Hehehe.” Kata Neva yang duduk disamping Marcel nyengir. Si gadis yang berada tepat didepannya ikutan nyengir.

“Iya juga. Kalau yang ini sama ga hasilnya, Dev?” Tanya Marcel kepada gadis berambut panjang yang ternyata bernama Devi itu.

“Iya, sama kok.” Jawab Devi. Neva yang sedang memandang pintu langsung menggoyang – goyangkan pundak Devi. Devi mengerutkan dahi tidak mengerti. Kalau dikomik – komik, biasanya muncul 4 siku – siku dikening. Tidak jelas.

“Ibu – ibu.” Kata Neva. Devi yang agak lambat reaksinya, beberapa detik kemudian baru berbalik badan.

“Siap.” Kata ketua kelas. Semua siswa siswi 12 IPA berdiri.

“Selamat pagi, bu..” Ucap 12 IPA serentak.

“Ya, selamat pagi….”

Monday, 1 July 2013

Cerbung: It's Complicated Part 1 (Teman)

Guys, kali ini saya datang membawa sebuah cerbung baru! Ini bab pertama dan saya butuh komentar dari kalian semua untuk kelanjutan cerbung ini. Semoga masih ada yang berminat membaca di blog saya ya. Baiklah, selamat membaca.... :)

“It’s Complicated”

Cinta, suatu hal yang takkan bisa terlepas dari sebuah aspek kehidupan. Beberapa orang bahkan menggantungkan hidupnya pada sebuah cinta. Dan sebagai akibatnya, hidup yang seharusnya sederhana justu menjadi rumit. Sangat rumit.
Ketika kita dihadapkan pada banyak pilihan cinta, justru hanya satu yang dapat menggoncang hati kita. Kerumitan yang dapat disebabkan cinta tidak hanya sampai disitu. Kita bahkan dapat menjadi gila dan membuat hidup seolah – seolah rumit hanya karna satu hal itu. Cinta.
Awan putih yang bergantung – gantung dilangit itu seperti cinta. Bentuknya rumit, abstrak. Tetapi… Proses terjadinya awan bahkan begitu sederhana, bagaimana caranya Ia berbentuk seperti itu juga bisa kita uraikan dalam logika sederhana. Satu kata sederhana untuk awan itu. Sebuah kata yang mewakili definisi cinta, tetapi mengapa kita menjalaninya begitu rumit? Ketika kita ditubruk dengan masalah hati, misalnya ketika kita begitu mencintainya namun tidak begitu dengannya. Apakah kamu masih merasa bahagia jatuh cinta? Apakah semudah itu kamu melupakannya? Jawabannya TIDAK. Bahkan jika kita dihadapkan dengan cinta yang jauh lebih baik, kamu bahkan tak bisa melupakannya walau sedetik saja. Kenyataan cinta memang begitu miris jika kita sandingkan dengan logika pintar kita. Walau begitu, kita tak bisa mengelaknya. Takkan bisa. Untuk menghapusnya saja, kita harus menunggu waktu yang menjawabnya.

***
Part 1. (Teman)

Bella mengetuk - ngetukkan kakinya pelan mengikuti suara musik yang terdengar dari benda ajaib bernama earphone. Mendengarkan lagu bersemangat sambil membaca novel bergenre adventure merupakan pilihan yang paling bagus pada saat istirahat berlangsung. Sekedar membuang kebosanan karna semenjak sebulan Ia berada di SMA ini belum ada teman yang bisa Ia gandeng kemana – mana. Bukan, bukan karna Ia terlalu kuper atau orang – orang menjauhinya karna Ia adalah seorang gadis yang buruk rupa. Bahkan wajahnya yang manis itu sanggup membuat semua pria yang ada di sekolah ini mengejarnya. Tapi justru itulah masalahnya. Bersamaan dengan insiden itu, para wanita malah menjauh darinya. Sebagian besar menganggapnya perebut cowok orang dan sebagainya. Hilanglah sudah khayalan Bella untuk mendapat teman – teman baru yang seru. Tapi itu juga tak jadi masalah berat buatnya. Bukan karna Ia kebal dengan keadaan seperti ini. Tapi karna Ia berkomitmen untuk mampu menahan rasa sakit ini sementara. Ya, sementara sampai Ia lulus dari sekolah ini. Ada bagusnya juga Ia pindah ke sekolah ini pada saat Ia menduduki kelas 12.
Bella sudah membaca novelnya hingga seperempat dari halaman keseluruhan, kemudian Ia mengalihkan pandangannya ke sekitar isi kelas sekedar mengecek apakah Ia sudah sendirian di kelas. Nyatanya Ia belum sendiri. Cowok itu masih ada di kelas, ya selalu seperti itu. Bella bahkan pernah mendengar tanpa bermaksud menguping dari pembicaraan segerombolan wanita dikelas bahwa cowok yang bernama Stevan itu sekarang lebih sering diam di kelas pada saat istirahat semenjak ada si cewek baru. Ya tak perlu otak jenius untuk menerjemahkan si cewek baru itu siapa, karna di sekolah ini setau Bella hanya Ia lah anak baru yang pindah ke sekolah ini pada tahun ini. Berlanjut ke pembicaraan cewek – cewek itu, mereka juga menyinggung – nyinggung mengapa si pangeran sekolah yang nyaris perfect itu juga ikut – ikutan naksir si cewek baru. Padahal selama ini si pangeran menggandeng cewek saja jarang, bahkan nyaris tak pernah. Jika pernah itupun bersama si artis sekolah yang namanya Prissa dan tidak berlangsung lama. Bella mendengar lagi bahwa mereka selalu menggerutu seperti ini ‘Apa sih bagusnya si Bella, bukannya kita – kita jauh lebih baik ya. Bakalan diatas angin ntar tuh anak’.
Hah memangnya mereka tau apa tentang gue. Seenaknya judge orang sembarangan, emangnya pernah kenal sama gue. Gerutu Bella dalam hati. Lagipula gue gak pernah suka sama si pangeran sekolah itu, gue kesini untuk sekolah kale. Lanjutnya walau masih dalam hati.
Tanpa bermaksud untuk kepedean, Bella memang mengakui pernyataan mengenai hasil observasi cewek – cewek itu mengenai si pangeran sekolah yang selalu berada di kelas pada saat istirahat. Bahkan si Steven atau siapalah itu tak sungkan – sungkan untuk berpindah tempat duduk di sebrang mejanya. Setelah sebelumnya Ia duduk di barisan depan. Memang sih Ia selalu membaca sebuah komik anime buatan Jepang itu. Tapi entahlah apa yang dipikirnya pemuda itu, batin Bella.
Bella juga mengakui bahwa pemuda itu memang tampan, keren dan otaknya tak diragukan lagi. Karna setaunya di kelas Ia sering disuruh untuk mengerjakan soal – soal oleh Guru dan hasilnya slalu benar. Tapi Bella tak pernah tuh merasa hatinya bergemuruh ketika melihatnya.
Ah, daripada Ia pusing – pusing memikirkan hal yang kurang penting itu, lebih baik Ia kembali membaca novelnya.
Sebenarnya tanpa Bella tau, hati Stevan bergejolak dan berpesta kala Bella meliriknya diam – diam. Sudah 15 kali Ia menghitung lirikan Bella itu. Tak sia – sia Ia mengorbankan waktu istirahatnya hanya untuk melihat wajah dan ekspresi gadis manisnya itu. Persetan dengan gosipan cewek – cewek yang merupakan fangirlnya yang selalu ikut campur dengan kehidupannya itu. Mereka memang selalu begitu. Yang penting Ia merasa bahagia menemukan perasaan ini, batinnya sambil tersenyum. Harus Ia akui, gadis bernama Bella itu berhasil merebut cintanya. Cinta pertamanya.

Follow by Email