Showing posts with label the_nemo: 5 bintang. Show all posts
Showing posts with label the_nemo: 5 bintang. Show all posts

Thursday, 4 July 2013

tHe_Nemo Production Present: 5 BINTANG



5 BINTANG

Impian adalah suatu hal yang ingin kita gapai. Impian hadir ketika jalan pikiran kita terbuka untuk suatu hal yang positif, dan mutlaknya kita pasti selalu ingin menggapai impian itu. Impian bersinar seperti bintang ketika kelam mengelilinginya. Kalian tau? Bintang kami berdekatan, meskipun berbeda walau serupa. Ketika semesta impian mempertemukan kami, disinilah awal mula persahabatan kami dimulai….

Matahari bersinar lagi, Ia memang tak pernah terlambat untuk hadir. Sama seperti waktu. Atau memang matahari-lah waktunya. Sinar kuning keemasan dari sang raja cahaya itu menerangi Don Bosco High School dengan cerah. Don Bosco High School yang notabenenya adalah SMA Don Bosco, sekolah tingkat menengah atas yang dikelilingi warna hijau disana sini pagi ini tampak lebih ceria. Murid - murid berseragam putih abu – abu berdatangan dengan wajah ceria yang semakin membuat sekolah ini terasa lebih beraura semangat. Jika kita memasuki gerbang yang langsung menuju koridor perbatasan kelas 10C dan 10D, kita bisa melihat banyak murid berlalu lalang. Ada yang datang dan pergi. Dikoridor itu juga tampak seorang siswa yang juga berseragam putih abu – abu sedang bersandar dengan santainya di mading samping koridor. Sepertinya sedang menunggu seseorang.

“Hoi fey, ngapain lo disini?” Sambar seorang gadis berambut panjang dan lurus tiba – tiba. Fey, alias Felik Yudha yang disambar menampakan muka sok kerennya setelah agak dikagetin dengan kedatangan gadis itu.

“Hehe. Aku kan nunggu kamu.” Ucap Fey nyengir. Gadis itu mengerutkan alisnya. Ia tau sifat temannya yang satu ini.

“Jangan bohong lo. Lo nunggu gebetan baru kan? Hayo ngaku deh?!” Goda gadis itu agar Fey mau mengaku.

“Iya... Kan kamu gebetan barunya, Sis. Hehehe” Goda Fey balik masih dengan cengirannya.

“Ah, dasar lo Fey. Tetap aja nggak mau ngaku. Yaudah, gue ke kelas dulu. Lima belas menit lagi masuk nih. Selamat menunggu.” Ucap gadis yang bernama Siska itu langsung melengos pergi ke kelasnya 12 IPA. Fey masih tetap nyengir sambil meneriakkan candaan yang dihiraukan Siska. Memang sudah takdirnya memiliki hobi menjaili orang – orang, gak bisa diam, dan tentunya suka menggoda teman – temannya.

***

Sementara itu, di depan kelas 12 IPA, gadis yang berambut tomboy sedang bertingkah dengan gaya cengar cengirnya.

“Bentar lagi masuk woi!! Masuk masuk!” Teriak gadis itu kepada murid – murid yang masih berlalu lalang di depan koridor kelas 12 IPA, ada juga siswa siswi yang masih memarkirkan motornya di halaman depan kelas 12. Sehingga murid – murid yang masih berlalu lalang itu segera bergegas menuju kelas masing – masing. Semenit kemudian bel masuk pun berbunyi.

“Hampir terlambat. Hahahaa” Kata seorang siswa dengan rambut ikal yang baru datang tepat 10 detik setelah bel berbunyi. Ya tetap saja namanya terlambat kan. Tetapi karena guru belum masuk, maka siswa itu selamat dari hukuman. Apalagi setelah ini pelajaran matematika.

“Cepetan masuk woy Marcel! Mumpung Bu Imel belum datang.” Teriak gadis berambut pendek itu.

“Iya iya, Neva. Ini juga udah mau masuk gue.” Kata Marcel kepada gadis berambut pendek yang bernama Neva itu. Lalu mereka berdua memasuki kelas.

“Hoy, hoy. PR yang nomer ini lo udah belum?” Kata Marcel setelah duduk dikursinya sambil seenaknya mencolek – colek bahu gadis berambut panjang yang duduk di depannya –tepatnya diserong kiri depannya-. Si gadis yang merasa dipanggil menoleh.

“Belum..yang ini susah tau. Gue ga dapet hasilnya.” Jawab gadis itu.

“Biarin aja ga usah dikerjain. Ga dapet seratus juga ga apa, yang penting kan udah dikerjakan. Hehehe.” Kata Neva yang duduk disamping Marcel nyengir. Si gadis yang berada tepat didepannya ikutan nyengir.

“Iya juga. Kalau yang ini sama ga hasilnya, Dev?” Tanya Marcel kepada gadis berambut panjang yang ternyata bernama Devi itu.

“Iya, sama kok.” Jawab Devi. Neva yang sedang memandang pintu langsung menggoyang – goyangkan pundak Devi. Devi mengerutkan dahi tidak mengerti. Kalau dikomik – komik, biasanya muncul 4 siku – siku dikening. Tidak jelas.

“Ibu – ibu.” Kata Neva. Devi yang agak lambat reaksinya, beberapa detik kemudian baru berbalik badan.

“Siap.” Kata ketua kelas. Semua siswa siswi 12 IPA berdiri.

“Selamat pagi, bu..” Ucap 12 IPA serentak.

“Ya, selamat pagi….”