Friday, 29 January 2010

Lebih dekat dgn Devi ;) *iseng

Hehe, iseng doang nih..
Gue mau bicarain tentang diri gue, khususnya sifat - sifat gue...
Yuukk...lebih dekat dgn Devi ^^

I'M A SIMPLE GIRL
Gue tuh orangnya simple banget...dlm arti sederhana dalam berpenampilan. Gue tuh gak suka dandan pake eyeliner, eyeshadow, bloson (whatever, apalah itu), dll. Yg aku pake cuman bedak doang...aneh kan?! kalo gue retret, diantar temen2 gue yg paling simple gak bawa alat2 dandan ya cuman gue. Gue juga gag tau kenapa. Mungkin karna gue gak hobby kali ya??

KIND GIRL?? HMM...
Menurut pengakuan temen gue dari SD sampe SMP ini, semua bilang katanya gue baek...padahal gue merasa gak. Malah gue ngerasa gue itu biasa2 aja sama kyk temen2 gue. Mungkin karna gue penurut, dan empati sama temen2 gue kali ya?? Tapi gue gak ngerasa sbg org baik kok, bukannya munafik sih. Tapi emg itu kenyataanya..gue itu bukan sepenuhnya a kind girl (itu pasti). Gue sama kyk temen2 gue yg lain kok..

PINKY GIRL
Gue emang pinky girl, malahan bgt...
Kamar gue penuh sama barang2 yg bernuansa PINK. Gak tau kenapa gue suka warna pink, gue juga suka warna UNGU, BIRU, sama PUTIH sih..Tapi gue tetep paling suka warna pink. Forever PINK!
Tempat tidur gue, tas gue, warna dinding kamar gue, alfalink gue, boneka gue, sepatu gue, semuanya bernuansa PINK.
Ohoho...I LOVE PINK, because I'm A PINKY GIRL.

Sekian dulu ya..hehe.
Kapan2 lanjuut.

Monday, 25 January 2010

Brothers On 3 And Three Angels Part. 2

Waktunya Istirahat...
Three angels pergi kekantin tempat biasa mereka nongkrong and nangkring (sama apa beda nih?), yaitu di kantin Bu Anti. Sama halnya dengan BO3, mereka juga pergi kekantin yang sama, karena hanya dikantin itu tempat yang paling komplit untuk nongkrong and nangkring. Ternyata eh...ternyata..meja khusus 3angels and BO3 deketan dan cuma di batasin 1 meja doang. Sehingga kayaknya pertarungan akan berlangsung sengit.

“Ehh..liat tuh Via..BO3! Sok kecakepan banget sih...!” Oik menyenggol sikut Via. Via pun menengok ke arah meja BO3.
“Ihh....mereka fikir mereka manis apa? Asal mereka tau..yang manis itu cuman Obiet!” Tutur Via sambil menengok BO3 khususnya Obiet.
“Tau tuh...yang cakep itu cuman Cakka doang.” Oik nyambung. Bukannya ngomongin rencana untuk ngerjain mereka, eh...Via dan Oik malah muji2 Cakka dan Obiet.
“Menurut kamu Shill...cakepan Cakka atau Obiet?” Tanya Oik.
“Menurut aku sih...kayaknya cuman Obiet seorang deh yang keren.” Jawab Via.
“Aku kan nanya Shilla...kok kamu sih yang jawab?” Ucap Oik kesal. Ternyata daritadi Shilla ngga peduliin omongan Oik dan Via, Shilla malah sibuk nyariin Bu Anti untuk mesen makanan.
'Ahh...daripada aku nyariin Bu Anti, mendingan aku suruh Ourel aja ahh...' Batin Shilla.
“Ourel! Sini deh!” Dengan segera dan dengan tekun mematuhi peraturan terutama dalam sekolah yaitu senior adalah majikan, Ourel adik kelas Shilla itupun menghampiri Shilla.
“Ada apa Kak Shilla?” Tanya Ourel polos.
“Huyyy...kalian mau pesen apa?” Tanya Shilla.
“Jadi...daritadi kamu ngga denger omongan kami Shill??” Kata Via melotot.
“Emang kalian pada ngomong apaan?” kata Shilla ngga tau apa - apa. Oik dan Via sweetdrop dan nyaris merencanakan sesuatu untuk menghabisi temannya yang satu itu. Mungkin bakal dicincang? Direbus? Atau dipanggang? Sadis banget *salahgenrecerita. Tapi semua rencana itu batal karna bunyi gemuruh didalam perut mereka berdemo ria.
“Udah ahh...aku pesen Bakso sama es Teh aja...” Kata Oik menggaruk - garuk kepalanya.
“Kok Es Teh?? Underclass banget minumannya?” Shilla malah berkomen.
“Aduhh...pake komen - komen lagi. Pesen ajaa sono..” Kata Oik.
“Ya udah, ngga usah marah - marah bisa kali. Kalau kamu Via?” Tanya Shilla.
“Aku Bakso sama Jus Apel aja..” Kata Via. Sementara Ourel yang daritadi udah lama berdiri kayak Bu Anti nunggu pesenan 3angels.
“Ehmm.....sebenarnya kak Shilla manggil Ourel kesini untuk apa ya?” Kata Ourel bingung.
“Tolong pesenin kita Bakso 3 mangkuk sama jus apel 2, trus Ice Tea 1 ya....” Ourel ternganga.
“Ice Tea?? Aku kan pesennya Teh es, bukan Ice Tea.” Oik protes.
“Aduhh...cerewet amat sih...biar kerenan dikit kali, Ik..” tutur Shilla.
“Hmm...tapi Ourel kan bukan Bu Anti kak. Mendingan kakak pesen sama Bu Antinya sendirinya aja yaa...” Ourel malah protes. Melihat yayangnya Bastian, Si Ourel berdiri bak Bu Anti di hadapan 3angels, Bastian menghampii yayangnya itu.
“Protes aja sih. Udah pesen sana! Kamu mau kita cuekin?” kata Via mengeluarkan jurus senioritasnya.
“Iya tuh....ntar ngga kita kasi coklat lagi....” Oik membujuk Ourel denagn mengeluarkan coklat kesukaan Ourel.
“Nih uang sama coklatnya. Pergi sono!” Terpaksa Ourel mejalankan perintah 3angels demi coklat.
“By the way, kamu ngga pergi meeting OSIS Shill??” Tanya Oik.
“Aduh...aku pusing sama yang gituan!” Jawab Shilla simple.
Sementara itu....
“Ada apa Ourelku sayang? Perlu bantuan?” kata Bastian sok perhatian.
“Perlu! Nih kamu pesenin bakso 3 mangkuk sama Jus Apel 2 trus Es Teh 1!” Ourel malah memerintah pacarnya itu.
“Banyak banget pesenannya. Emang Ourel mampu makan semuanya?” Tanya Bastian.
“Bukan Ourel, tapi kakak - kakak 3angels.” Kata Ourel pelan.
“Ohh mereka... Beraninya merintah Ourel! Sini Bastian tindas.” Bastian sok jagoan.
“Emang berani?” Tantang Ourel.
"Berani dong!" Kata Bastian dengan dada yang dibusungkan sejauh 1 meter. Ourel mendecih. Bastian melihat perlahan ke arah 3angels dengan teknik slow motion. Dipandangan Bastian, 3angels bagaikan 3 red queen. Barometer keberanian Bastian menjadi kuning seketika.
“Ngga deh. Hehe” Bastian nyengir.
“Udah sana! Pesenin! Ntar mereka marah lagi!”
“Yoo wess...Bastian pesenin. Buat Ourel apa sih yang ngga?” Gombal Bastian sebelum dia melaksanakan tugas negaranya *yaelah.
***
Sementara itu diruang OSIS, terlihat Zahra sang ketua OSIS mulai mendiskusikan masalah yang kira - kira akan terjadi pada saat camping. Terlihat juga anggota -anggotanya yaitu Riko, Gabriel, Cahya, Gita, Dayat, Kiki, Debo, Patton, Siti, Agni, Rahmi, beberapa murid lain dan Pak Duta sang pembina OSIS. Sebenarnya Shilla dan Cakka juga termasuk dalam kepanitiaan, tapi seperti biasa, lagi - lagi Cakka dan Shilla bolos ikut meeting OSIS.
“Jadi selanjutnya apa masalah yang kira - kira bakal terjadi kawan - kawan?” Tanya Zahra..
“Saya!" Kata Riko sambil mengangkat tangan. Zahra mengangguk tanda mempersilahkan Riko berbicara.
"Murid kelas 1 dan 2 itu kan lumayan banyak, jadi kemungkinan kita bakal susah tuh ngehandle nya ntar.” Kata Riko.
“Betul. Tapi jumlah siswa yang terdaftar hingga saat ini hanya 75 orang saja. Sisanya tidak mengikuti kegiatan ini dikarenakan ada yang tidak diizinkan orangtuanya dan ada juga yang memberikan alasan karena sakit. Maklum, sekarang kan musim sakit flu babi.” Terang Rahmi, ketua divisi pendaftaran. Semua menatap Rahmi heran.
“Emang di Indonesia udah ada yang tertular penyakit flu babi?” Kata Agni si cewek tomboy.
“Ehhh.. ngga tau juga sih? Tapi kayaknya ngga ada deh...hehe. Bercanda doang.” Rahmi malah nyengir.
“Tapi kalau cuman 75 orang mungkin bisa kita atur deh. Apalagi kalau ada Cakka dan Shilla. Soalnya ngga bakalan ada yang berani nentang mereka..” Celetuk Gita.
"Kalau masalah ngehandle siswa, kami guru - guru pasti berperan besar dalam bagian itu. Karna kami adalah penanggung jawab kegiatan ini. Jadi anak - anak, tidak perlu terlalu memusingkan masalah ini. Kalian cukup membuat konsep keamanannya saja." Kata Pak Duta bijak. Semua mengangguk senang.
Rapat pun diakhiri setelah dirasa agenda rapat mereka hari itu selesai. Walaupun rapat sudah berakhir, ruangan OSIS itu masih dipenuhi oleh panitia camping.
"By the way, Shilla sama Cakka kemana ya?” Kata Cahya sambil.
“Mereka ngga ikut meeting lagi.” Tutur Kiki.
“Maklum deh, mereka itu kan jarang ikut meeting OSIS! Palingan cuman nampang muka doang.” Celetuk Siti, yang sama tomboynya dengan Agni.
“Tau tuh mereka...” Debo ikut -ikutan.
“Biarpun gitu, mereka juga kan ada gunanya, apalagi Shilla.” Kata Riko membela Shilla Gabriel memutar bola matanya.
“Tau deh yang naksir Shilla..” Kata Gabriel.
“Tapi Riko juga ada benernya sih, mereka juga ada gunanya. Contohnya kita sering pakai mereka untuk memimpin anak - anak. Pasti bakal tertib dah” Celetuk Dayat.
“Benar juga tuh Dayat. Masukin aja mereka ke divisi keamanan." Kata Zahra.
“Aku boleh ikutan bantuin Cakka ngga?” Kata Gita centil.
“Aku juga pengen bantuin Shilla mimpin. Kan kasian kalau dia kecapean ngurusin anak - anak.” Ucap Riko dengan mata berbinar - binar.
"Huuu... Dasar kalian berdua!" Sorak anak - anak.
***
Esok harinya..
Dikamar serba cowok yang luas itu, terlihat Cakka sedang sibuk menyiapkan baju yang akan dia bawa pada waktu camping nanti.
Sretttt.
 “Siaappp!! Beres semuanya..” Tampaknya Cakka telah membereskan apa yang diperlukannya nanti.

Persahabatan bagai kepompong,
mengubah ulat menjadi kupu - kupu..

Handphone Cakka berdering. Dengan segera Cakka mengambil smartphonenya itu.
'Ify? Ngapain dia nelfon aku?' Tutur Cakka dalam hati, sembari langsung menerima telfon tersebut
 “Haloo...”
'Haloo... Cakka, tadi Zahra titip pesen ke aku, dia bilang kamu masuk ke dalam divisi keamanan, tugasnya memimpin anak - anak cowok selama camping.”
“Ohh. Cuma itu. Kirain mau dimarahin lagi gara - gara ngga ikut meeting OSIS.”
“Kamu ngga ikut meeting lagi?”
“Iya, kenapa?”
“Cakka.. Cakka..dari dulu ngga pernah berubah ya?” Kata Ify dengan nada herannya. Mengingat dulu Ify pernah menjadi pacar Cakka, sehingga ia mengenal sifat - sifat Cakka.
“Hehe. Kamu masih ingat aja sifat aku.”
“Ya masih lah.. Sifat kamu itu susah dilupain tau. Anak bandel yang tingkat senioritasnya tinggi tapi narsisnya gak tertolong.” Kata Ify. Cakka tertawa kecil.
"Hehe. Jangan - jangan kamu masih suka lagi sama aku.”
“Tuh kan.. Baru aja aku bilang. Sifat kamu yang narsis itu lho. Haha. Udah ya Cak, aku masih banyak kerjaan.”
“Oh yaudah..”
“Da...”
"Iya."
***
Sementara itu.......
“Via, semua makanannya udah siap kan?” Tanya Shilla.
“Siapp!” Jawab Via mantap.
“Kalau alat - alat dandan?” Tanya Oik. Shilla mendengus. Agak susah memaklumi sifat suka berdandan sahabatnya yang satu itu. Mau camping aja bawa alat - alat dandan.
“Udah dong." Jawab Via lagi.
"Alat - alat mandi?” Tanya Shilla kepada Oik.
“Sipp.” Jawab Oik. Three angels udah siap semua nih.

Persahabatan bagai kepompong,
mengubah ulat menjadi kupu - kupu..

Nada dering yang sama dengan Cakka terdengar dari smartphone Shilla.
“Halo.." Sapa Shilla.
"Halo.." Sapa seseorang dibalik telepon.
"Kenapa Irva?”
“Shill, tadi Zahra titip pesen ke aku dan Ify, dia bilang kamu sama Cakka masuk ke divisi keamanan.” “Maksudnya berdua gitu?!” Shilla shock. Bisa kiamat dunia kalau dia sama Cakka tugas berdua, pikirnya.
“Ya ngga..maksudnya kamu yang mimpin anak - anak cewek dan Cakka mimpin anak - anak cowok.” Terang Irva.
“Oh, syukur deh kalau gitu.”
“Kamu bisa kan mimpin anak - anak?”
“Bisa dong. Kalau masalah mimpin memimpin sih gampang.” Kata Shilla menyentil ujung jarinya.
“Oke. Aku percaya deh sama kamu. Tapi kamu juga yang tanggung jawab kalau ada apa - apa sama anak - anak cewek ya.”
“Oke. It’s easy!”
“Oke deh kalau gitu. Udah ya Shil. Bye.”
"Bye."

Shilla menaruh kembali smartphone nya diatas meja belajar.
“Siapa Shill?” Tanya Via.
“Irva, katanya aku dimasukin ke dalam divisi kemanan, mimpin anak - anak cewek.” Jawab Shilla santai. “Oh gitu..” Jawab Via. Dengan potensi senioritasnya Shilla, Via percaya Shilla mampu mengemban tugasnya.
“By the way, kalian jangan lupa bawa baju secukupnya aja ya. Dan jangan bawa baju yang ribet - ribet.” Saran Shilla.
“Oke. Tinggal suruh Ma’e bawain bajunya kesini aja lagi.” Jawab Oik.
“Aku juga udah siap, tinggal telfon Mamaku aja.” Kata Via nyambung.
“So..kalian jadikan nginap disini?” Tanya Shilla.
“Jadi dong.....” Kata Via dan Oik kompak. Shilla tersenyum senang.

To be continue...

Saturday, 23 January 2010

Brothers On 3 and Three Angels Part. 1

Cerita baru nih guys....
Judulnya Brothers on 3 and Three Angels. Cuman sampai part 5 aja. Ini cerita buat pengganti CGS sementar. Sementara doang kok. CGS part 5 yg udah aku buat (walaupun baru setengah sih) ilang! :’(. Huaaa.. aku nangis sampe mataku bengkak gara - gara semua file, Foto, Dokumen, sama Mp3 aku hilang semua. Syukurnya lagu2 Cakka dan anak2 IC masih ada di hp aku. Jadi masih bisa dicopy. Loh kok jadi curhat gini? *abaikan
Ya udah, langsung aja ya...
Selamat membaca :)

“Anak-anak Idola Cilik School semuaa. Khususnya untuk anak kelas 1 dan 2. Kita akan melaksakan camping bersama. Sedangkan anak kelas 3 tidak ikut dikarenakan akan menempuh ujian...” Terang Bu Ira sang kepala sekolah Idola Cilik school di halaman sekolah.

“Yaaahh..........” Keluh anak - anak kelas 3. Sedangkan anak - anak kelas 1 dan 2 bersukaria. Hingga timbulah keributan disemua barisan.

“Tenang..tenang semuanya! Ada satu info lagi...” Bu Ira sengaja memotong pembicaraannya karena masih ada suara - suara yang terdengar dimana mana. Melihat itu, semua anak - anak Idola Cilik School menghentikan pembicaraannya. “Campingnya akan kita laksanakan pada tanggal 7 Juli nanti. Sekitar 2 bulan lagi...” Semua membulatkan bibirnya, terkecuali anak - anak kelas 3 yang sedang merenggut kesal.

“Ibu kira cukup sekian info dari Ibu, persiapkan apa yang kalian perlukan nanti. Perlengkapan yang diwajibkan untuk dibawa akan diinfokan lebih lanjut. Selamat Siang, kembali ke kelas kalian dengan tertib.” Semua murid Idola Cilik Junior School pun berhamburan menuju kelas masing - masing.

Three Angels (Shilla, Oik, Sivia) berjalan menuju kelas mereka yaitu kelas 2a dan Brothers on 3 (Cakka, Obiet, Irsyad) sedang menuju kekelas 2b.

Shilla berhenti tiba - tiba. Oik terlihat heran.
“Kenapa Shill?” Tanya Oik lembut.

“Duh, aku pengen pipis....” Kata Shilla. “Temenin aku yuk...” Lanjutnya lagi.

“Kamu sendiri aja deh. Kita berdua kan belum ngerjain PR kesenian. Kamu kan udah ngerjain. Udah nyontek Angel sih..” Kata Sivia yang kerap dipanggil Via itu memelas.

“Tau tuh Shilla. Udah ngeboking PR si pintar Angel, tapi ngga bagi - bagi kita...” Kata Oik menyenggol sikut Via.

“Aduhh, kalian ini. Kalian kan bisa cepet - cepet minjam ke Angel. Cepetan. Kan habis ini kita pelajaran Kesenian, lagian Pak Dave kan masuknya telat. Mungkin dia dandan duluan di kantor.” Kata Shilla tambah nerves, kebelet pipis.

“Iya juga yah...” Segera Oik dan Via berlari kekelas. Dan Shilla berlari terburu - buru menuju toilet.

Braakkkkk. Tabrak seorang cowok.
“Duh. Kalau jalan liat - liat dong...”

“Sorry, sorry.” Tanpa memperdulikan lagi siapa orangnya, Shilla langsung pergi ketoilet. Terlihat toilet cewek udah pada penuh. Dan yang tersisa hanya satu toilet cowok. Tanpa ba bi bu lagi Shilla langsung berlari ke toilet cowok yang bersebelahan dengan toilet cewek.

Bruuukkk. Kali ini seorang cowok berparas cakep menabrak dirinya.
“Eh, aku duluan masuk ke toilet ini!” Seru Shilla berontak melihat cowok berparas cakep itu ingin memasuki toilet itu juga.

“Eh...kamu ngapain masuk toilet cowok?” Berontak cowok cakep tersebut. Shilla baru sadar, bahwa yang menabrak dirinya tadi adalah Cakka.

“Sorry. Gue kebelet pipis...” Kata Shilla menurunkan volume suaranya.

“Tapi tetep aja kamu ngga boleh masuk toilet cowok..” Kata Cakka menegur.

“Abisnya toilet cewek udah penuh..” Shilla memelas.

“Tuhh... Masih ada yang kosong...” Tunjuk Cakka. Spontan Shilla menengok kearah toilet cewek.

“Ngga adaa....” Kesempatan itu diambil Cakka untuk memasuki toilet yang mereka perebutkan sedari tadi.

Setelah sadar, bahwa Cakka menipunya. Shilla langsung berbalik.
“Eh, sialan banget sih lo!” Kata Shilla menggubrak pintu toiletnya. Keluar seorang cewek bergigi kawat dari toilet cewek, yaitu Osha.

“Kamu lama banget sih.” Kata Shilla sambil memasuki toilet tersebut. Osha yang tidak tau apa - apa hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.
Setelah keluar dari toilet. Shilla melihat Cakka sedang menalikan tali sepatunya yang lepas, tak jauh dari toilet.

“Heh cowok rese! Gara - gara kamu aku hampir pipis di celana tau.” Kata Shilla marah - marah.

“Siapa suruh masuk WC cowok?!” Kata Cakka santai, bersiap sambil pergi.

“Eh, kamu resek banget sih Cakk!” Teriak Shilla.

“Kamu tau nama aku??” Kata Cakka berbalik.

“Ya tau lah. Kamu ketua genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu kan?” Kata Shilla dengan judesnya.

“Ihh. Emang kamu ngerasa cantik? Bisanya ngatain orang aja. Kamu siapa sih?” Tanya Cakka balik.

“Aku? Kamu pikir aja sendiri..” Balas Shilla. Setelah berfikir agak lama, Cakka baru sadar bahwa cewek yang dari tadi ribut sama dia adalah Shilla, kepala genk Three Angels.

“Oh...pantesan aja kamu berani ngomong gitu ke Brothers On 3. Kamu Shilla kepala genk Three Angels yang pada centil itu kan?” Balas Cakka.

“Berani ya kamu bilang gitu ke anak - anak Three Angels. Three Angels itu jauh lebih baik dari pada Brothers On 3 yang sok kecakepan itu!” Kata Shilla memberontak.

“Heh, kamu fikir Three Angels itu paling baik? Paling cantik? Gitu? Malah sebaliknya, Three Angels itu sok cantik dan centil!” Kata Cakka mengakhiri pembicaraanya, lalu berbalik arah menuju kelas. meninggalkan Shilla yang tengah memakinya.

“Dasar kepala genk ngga becus! Urusin tuh anak buah kamu yang sok kecakepan!”Seru Shilla memandang punggung Cakka yang kian menjauh.
***
Dikelas 2a.
“Kamu kenapa Shilla? Kok mukanya bete gitu?” Tanya Via yang duduk bersama Oik didepan bangkunya. Oik yang tengah asyik menyalin contekan PR keseniannya yang tinggal sedikit.

“Itu, tadi di toilet aku perang sama Cakka.” Sungut Shilla.

“Ha? Cakka yang kepala genk Brothers On 3 itu? Kok bisa?” Kata Via shock.

“Iya. Kok bisa??” Oik melanjutkan.

“Iya, kepala genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu. Masa dia ngatain kita Three Angels ini kecentilan. Sok cantik lagi. Bete ngga dikatain gitu.” Ujar Shilla merenggut kesal.

“Dia bilang kayak gitu? Rese banget tuh dia.” kata Oik mengepal-ngepalkan tangannya.

“Trus kamu jawab apa ke dia?” Tanya Via.

“Ya, emang sih aku yang pertama bilang mereka sok kecakepan. Tapi emang mereka sok kecakepan kok. Iya kan ik...” Kata Shilla mencoba mencari dukungan dari Oik.

“Iya. Emang tuh BO3 sok kecakepan banget! Aku ngga terima kalau mereka ngatain kita kecentilan dan sok cantik!” Kata Oik membara.

“Jadi...” Via menatap kedua sahabatnya itu.

“So, kita mesti..” Potong Shilla.

“Ngebalas perbuatan mereka.....” Kata mereka bertiga kompak sambil menatap satu sama lain.
***
Di waktu yang bersamaan dengan ruang yang berbeda..
“Cak? Kenapa mukanya kusut gitu?” Tanya Obiet melihat sahabatnya itu. Belum sempat Cakka bicara, Irsyad udah duluan bicara.

“Iya tuh. Kusut amat muka kamu Cak? Perlu aku setrikain ngga? Ntar aku suruh Bi Inyem nyetrikain muka kamu yang kusut ini. Hmm...kalo udah Bi Inyem yang nyetrikain, behhh... Pasti muka kamu licin banget! Pokoknya T.O.P B.G.T lahhh.” Kata Irsyad sambil mengancungkan jempolnya kanannya yang sama baunya dengan jempol kakinya kehadapan Cakka.

“Huhh. Bau amat jempolmu?! Ngga ada bedanya dengan bau jempol kaki kamu syad!” Kata Cakka menutup hidungnya. Obiet ngikik.

“Hehe.” Irsyad malah nyengir.

“Jadi kenapa muka kamu kusut gitu?” Tanya Obiet lanjut.

“Tadi ada cewek cerewet banget ngatain kita sok kecakepan!” Kata Cakka seadanya.

“Wah, siapa tuh? Beraninya ngatain kita gitu. Emang dia lebih baik apa dari kita - kita.” Kata Irsyad tak terima.

“Emang siapa sih?” Obiet mengernyitkan keningnya.

“Three Angels.” Tutur Cakka simple. Karna sedang kesal Ia jaddi malas berbicara banyak.

“Ha? Three Angels? Mereka semua bilang gitu kekita?” Tanya Obiet.

“Ngga semuanya sih. Tapi ketuanya, Shilla.” Terang Cakka.

“Wahh.. Ngga bisa dibiarin gitu aja nih.” Kata Obiet mengepal-ngepal. Setelah Cakka berkata demikian, mata Irsyad berbinar-binar.

“Shilla? Ashilla Zahrantiara itu Cak? Yang anak kelas 2a itu...” Kata Irsyad memajukan mukanya kehadapan Cakka.

“Ahh. Muka kamu jauhan dikit kenapa!” Kata Cakka memundurkan muka Irsyad. Irsyad hanya termangu.

“Emang kenapa? Kamu suka sama dia..” Kata Obiet pelan.

“Iya. Dia itu cantik banget. Sesuai banget dengan nama genk nya Angels. Trus dia lagi ketuanya..” Kata Irsyad berbinar-binar.

“Cantik apanya? Cewek rese gitu juga!” Tutur Cakka heran.

“Tau tuh si Irsyad. Mendingan juga Oik.” Kata Obiet ngga mau kalah.

“Eh. Cantikan Si Shilla lagi. Shilla juga punya banyak fans.” Bela Irsyad yang seolah - olah ngajak ribut Obiet.

“Tapi, Oik lebih imut dan manis daripada Shilla.” Obiet malah melakoni Irsyad.

“Siapa bilang? Shilla lebih fashionable, lebih manis, lebih cantik, dan pastiya lebih banyak dikejar-kejar cowok lagi!” Irsyad membuat Obiet terdiam.

“Ehhhh....Oik...Oik...Oik...Oik...” Obiet sempat terdiam sebentar.

“Apa? Oik kenapa?” Irsyad merasa menang. Sedangkan Cakka keheranan melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

“Oik lebih lembut, lebih sopan. Hayoo.. ngga bisa ngomong lagi kan?” Obiet ngga mau kalah.

“Tapi Shilla lebih oke kan daripada Oik?!” Obiet kembali terdiam. Baginya Oik is the best.

“Aduhh, kalian ini gimana sih? Kok malah ngeributin mereka? Udah tau mereka yang ngejelek - jelekin kita. Masih aja naksir sama Shilla dan Oik.” Cakka menegur mereka.

“Iya juga sih. Kenapa kita jadi ngeributin mereka. Sedangkan mereka habis - habisan jelekin kita.” Obiet berusaha bijak (emang Obiet udah bijak dari sononya kok).

"Iya juga ya. Kenapa kita muji mereka? Sedangkan mereka ngehina kita!” Irsyad juga berusaha bijak.

“Jadi?” Obiet menatap Cakka dan Irsyad, sama halnya ketika Via menatap Shilla dan Oik.

“Jadi...kita mesti ngebalas perbuatan mereka.” Kata BO3 kompak.


Gimana ceritanya?? Maaf ya kalau ga bagus.
Soalnya cuman iseng aja bikin cerita kayak ginian. Eh, tau - taunya selesai.
Daripada lama nunggu CGS, mendingan aku post aja cerita ini.
Tunggu part keduanya ya.. :)

Follow by Email