Friday, 2 July 2010

Brothers On 3 and Three Angels part. 5 (Last Part)

Esok paginya...
Shilla bangun lebih dulu dari Via dan Oik karena harus menjalani hukuman yang telah diberikan kepadanya. Sama halnya dengan Cakka, dia harus bangun pagi - pagi untuk membantu Riko, Gabriel dan anak - anak cowok lain yang bertugas piket hari ini mencari kayu bakar. Shilla tengah sibuk - sibuknya memasak masakan untuk anak - anak. Ify sang ketua seksi komsumsi, Irva si endut dan anak - anak cewek yang piket memasak hari ini ikut membantu Shilla memasak makanan.
“Ehm.Shill kamu sama Cakka pacaran ya?” Tanya Ify.
“Ngga kok, aku sama dia cuman temenan.” Jawab Shilla santai.
“Oh, tapi akhir - akhir ini aku liat kalian dekat banget tuh. Apalagi sejak tadi malam..” Tutur Ify ingin tau.
“Ahh, ngga kok. Mungkin cuman perasaan kamu aja kali. Eh, ini sup udah pas ngga rasanya?” Kata Shilla sambil meyodorkan Sesendok sup ke hadapan Irva.
“Kayaknya udah pas deh! Boleh aku minta lagi ngga?” Jawab Irva setelah dirasa rasa masakannya sudah cukup pas.
“Lah, kamu mah semua masakan yang masuk kelidah kamu semua rasanya sama. Enak semua!” Kata Shilla. Irva nyengir.
“Hehe. Tapi beneran kok masakannya enak!” Kata Irva. Setelah itu, Shilla kembali bertanya kepada Ify. “Kenapa kamu nanya kayak gitu? Kamu suka ya sama Cakka?” Tanya Shilla.
“Ngga lah, aku cuman nanya aja. Lagipula ngga mungkin aku suka sama dia.” Lanjut Ify.
“Yakin?” Tanya Shilla lagi.
“Ya jelas yakin lah..” Jwab Ify tegas.
“Hm, kamu kan mantannya Cakka.”
“Iya, tapi aku ga ada rasa suka lagi sama dia.” Jawab Ify. Shilla memadamkan api kompornya.
“Siapa tau aja kan..” Shilla mengedikkan matanya ke Ify. Ify tertawa.
“Ngga bakal lah. Aku ngga ada rasa suka lagi ke Cakka. Sekarang aku dan Cakka cuman teman.” Jawab Ify tersenyum. Dalam hati Shilla merasa lega. Sementara itu, Irva terus mencomot ayam goreng yang ada di dekatnya.
***
Malampun telah tiba. Semua anak - anak berkumpul ditengah perkemahan karena instruksi dari Bu Ira.
Semuanya duduk mengelilingi api unggun yang dibuat oleh Cakka dan kawan - kawan. BO3 dan 3angels duduk berdekatan. Disebelah Cakka terdapat tempat duduk yang kosong, sementara Shilla dan Oik yang masih belum mendapatkan tempat duduk.
“Ik, kamu disitu aja. disebelah Cakka.” Tawar Shilla tersenyum, karena Shilla sangat tau bahwa sebenarnya sejak dulu Oik
naksir Cakka. Walaupun sebenarnya ia ngga rela.
“Aku ngga mau ah. Kamu aja yang duduk disitu, Biar aku aja duduk didekat Via.” Jawab Oik tenang. Sejak kejadian tadi malam, Oik berusaha melupakan perasaannya terhadap Cakka. Ia benar - benar mau menghilangkan perasaan itu demi sahabatnya sendiri. Lagipula Ia masih terlalu muda untuk patah hati.
“Ha? Beneran ik? Ngga salah ngomong?” Shilla tak yakin.
“Beneran Shill. Ngga apa kok kalau kamu duduk disitu.” Jawab Oik tersenyum kemudia segera duduk disebelah Via. Shilla hanya bisa terbengong dan degan rasa tidak enak hati Ia duduk disebelah Cakka. Hati Cakka begitu senang dan berdebar - debar karna yang duduk disebelahnya adalah Shilla.
“Kamu kenapa Cak?” Tanya Irsyad yang duduk disebelahnya. Ia merasa aneh dengan Cakka karena dari tadi Cakka hanya senyam senyum sendiri.
“Ngga ada apa - apa kok, Syad.” Jawab Cakka. Irsyad hanya mengangguk.
“Apakah semua sudah berkumpul disini? Jangan sampai ada yang kabur lagi dari malam api unggun ini. kalian akan tau konsekuensinya.” Ucap Bu Irra.
Semua anak - anak melihat satu sama lain, setelah dirasa semuanya lengkap mereka berseru.
“Udah lengkap bu.” Seru anak - anak.
“Pak Duta, tolong di absen ya." Kata Bu Ira kepada Pak Duta. Pak Duta mengangguk dan mulai mengabsen perserta kemah. Setelah selesai, Bu Ucci langsung berbicara lagi.
"Baiklah, karena semuanya sudah lengkap. Acara malam api unggunnya kita mulai.”tutur Bu Ira.
“Ehm, baiklah siapa disini yang bisa main gitar?” Tanya Bu Ucci.
“Cakka buu!”
“Riko!”
“Dayat!” Semuanya masih ribut menyerukan nama teman - temannya.
“Baik, semuanya harap tenang!" Seru Bu Ucci. Setelah dirasa keadan mulai tenang, Ia mulai berbicara lagi. "Apa kalian membawa gitar Cakka, Riko, dan Dayat?”
“Ada bu..” “Silahkan kalian ambil dulu gitarnya, karena nanti kalian akan mengiringi teman - teman kalian bernyanyi.” Ucap Bu Ucci lagi. Anak - anak mulai berisik lagi, mereka merasa senang acara selanjutnya adalah menyanyi bersama.  Cakka, Riko dan Dayat mengambil gitarnya masing - masing.
"Tenang semu! Lagu apa yang kira - kira akan kita nyanyikan?” Tanya Bu Ucci.
“Kepompong buu....” Kata mereka serempak. karna lagu tu yang sedang menjadi trend dikalangan anak muda sekarang.
Setelah siap, Cakka, Riko dan Dayat mulai memainkan intronya dan semua anak - anak bernyanyi dengan riang.
“Dulu kita sahabat, teman begitu hangat,
mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat, berteman bagai ulat,
berharap jadi kupu - kupu
Kini kita melangkah berjauh - jauhan
Kau jauhi diriku karma sesuatu.
Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan, namun itu karena ku sayang...
Persahabatan bagai kepomponng
mengubah ulat menjadi kupu2
Persahabatan bagai kepompong
Ke.. pom.. pong..
Na... na.. na...na... na.. na... na.. na....” Semua tampak ceria. Para Guru begitu bahagia melihat murid - muridnya begitu bersahabat satu sama lain. Setelah selesai menyanyikan lagu Kepompong, mereka menyanyikan lagu selanjutnya yang tak kalah seru. Malam itu semuanya begitu ceria, semuanya merasa tak rela karna itu malam terakhir mereka berkemah.
***
Setelah selesai berkumpul, anak - anak dipersilahkan untuk kembali ke tenda dan beristirahat.
Terlihat 3angels dan Bo3 uga sedang melangkah menuju tenda mereka masing - masing. Cakka yang melihat Shilla, reflek memanggilnya.
“Shill, tunggu! Aku mau ngomong.” Panggil Cakka kemudia menahan tangan Shilla.
“Ciee.. Mau ngomong apaan tuh?” Ejek Oik, Obiet, Via, Irsyad. Cakka hanya tersenyum tipis. Walaupun begitu, Cakka dan Shilla sedikit heran karena Irsyad dan Oik ikut - ikutan mengejek mereka. Bukannya biasanya Irsyad dan Oik tak begitu senang melihat mereka bersama? Tapi dengan segera mereka melupakan fakta itu. Karena gugup, Cakka mengajak Irsyad, Oik, Obiet dan Via ikut bergabung. Setelah itu, mereka melangkahkan kaki menuju api unggun yang dibuat di tengah perkemahan mereka. Awalnya mereka bersenda gurau seperti biasa dan membicarakan sesuatu yang seru. Malam pun semakin larut, dan suasana semakin terasa sepi juga tenang. Cakka ingin berbicara serius kepada Shilla.
“Shill...” Panggil Cakka. Shilla menoleh penasaran. Sementara yang lain masih bersenda gurau.
“Apa Cak?”
“Aku... Mau jujur sama kamu...”Irsyad, Obiet, Oik dan Via langsung menoleh. Cakka sedikit gugup. Shilla menatap Cakka penasaran.
"Maaf ya Syad.. Tapi aku harus ngomong ini ke Shilla. No matter what she will say then, I must say this." Kata Cakka melihat Irsyad dengan serius namun matanya penuh harap. Irsyad tersenyum, Ia mengerti perasaan Cakka. Shilla semakin penasaran.
'Ada apa sih? Emangnya Cakka mau ngomong tentang apa?' batin Shilla.
“Ngga apa kok Cak, I know you must do this.” Kata Irsyad mantap. cakka tersenyum. Via, Obiet, Oik ikut tersenyum melihat kedua cowok itu.
Cakka sempat terdiam, Ia menatap Shilla yang tengah memandangnya penasaran. Kemudian Cakka mulai berani memegang tangan Shilla, Shilla sedikit kaget awalnya. Namun tubuhnya tak bereaksi untuk segera menarik tangannya, Ia merasa nyaman walaupun merasa tak enak hati juga dengan Oik. Tatapan cakka yang menghanyutkan membuatnya tak memikirkan apa - apa lagi. Oik dna Via tersipu malu melihat perlakuan Cakka pada Shilla.
“S-sebenarnya kamu mau jujurapaan sih?” Kata Shilla gugup. Cakka tersenyum manis.
“Aku mau jujur kalau aku.. Su.. ka sama kamu.” Kata Cakka gugup. Shilla tersipu malu.
Oik, Obiet, Via, Irsyad kaget dan memandang mereka serius.
“Aku ngga salah dengerCak? Atau kamunya yang salah ngomong?” Shilla benar - benar tak percaya.
“Kamu ngga salah denger kok Shill dan aku juga ngga salah ngomong..” Jawab Cakka mantap.
“Eh? Oik, maafin aku Oik?” Shilla menatap Oik penuh harap.
“Don't worry about me. I'm okay.” Jawab Oik dengan tersenyum. Shilla masih tak yakin dengan Oik. Cakka tersenyum lagi. Shilla menggigit bibirnya, benar - benar merasa tak enak hati pada Oik.
“Jadi, gimana perasaan kamu ke aku? Aku.. sayang sama kamu, Shil.” Shilla menunduk. Cakka berharap penuh pada Shilla, Ia ingin Shilla menjawab pertanyaannya. Oik menyadari kecanggungan Shilla.
"Shilla, just say what do you feel to him. I say, don't worry about me. I'm very okay. Just reply him question honestly. I didn't feel anything to him again. Trust me." Kata Oik berusaha meyakinkan Shilla lagi. Shilla menatap Oik yang benar - benar serius mengatakan itu.
"Shill, reply my question please.." Kata Cakka. Shilla memandang pada Cakka lagi.
"A-aku..... se-sebenarnya... juga s-suka s-sama k-kamu, Cak." Jawab Shilla benar - benar gugup dan jujur.
Cakka memandang Shilla penuh bahagia, begitu juga dengan yang lain. Semuanya merasa senang akhirnya kedua sahabatnya ini mengungkapkan perasaannya juga.
Cakka melepaskan tangannya dari Shilla dan memegang kedua pipi Shilla.
“K-kamu serius kan Shil?” Kini giliran Cakka yang tidak percaya.
“Iya aku serius Cak.” Jawab Shilla dengan lembut kemudia tersenyum. Mereka saling bertatapan, merasaka kebahagian kecil itu.Yang lain hanya bisa tersenyum dan terspu malu melihat tingkah kedua teman mereka itu.
Cakka kemudian memeluk Shilla hangat.
“Makasih Shill, kamu udah mau nerima aku. Aku sayang kamu.” Cakka melepaskan pelukannya dan kembali menatap Shilla, lalu Ia meantap Irsyad. Cakka kira Irsyad akan marah padanya, tetapi Irsyad malah tersenyum sennag. Begitu juga dengan Oik. Irsyad dan Oik tidak kelihatan sedih sedikitpun, malahan mereka ikut larut dalam keromantisan itu.
“Oik, kamu ngga apa kan kalau aku nerima Cakka?” Tanya Shilla penuh harapan.
“Syad, kmau juga ngga marah sama aaku kan kalau aku nembak Shilla?” Oik dan Irsyad berpandangan sejenak kemudian saling tersenyum..
“Kami ngga apa kok, malahan kami senang kalau kalian jadian..” Tutur Oik tersenyum.
“Iya, Cak. Selama ini aku cuman mnganggumi Shilla kok.” Jawab Irsyad.
"Aku juga, hehe. Masih banyak cowok yang seganteng Cakka kan. Hehehe" Cengir Oik.
“Ehm. Kayaknya hari jadian mereka perlu dirayain nih. Iya ngga guys?” Kata Via.
“Betul! Mesti dirayain nih!” Ucap Obiet semangat. Yang lain hanya tertawa.
“Makasih ya kalian smua udah ngertiin kami, terutama Oik dan Irsyad. Sekali lagi makasih ya?” Kata Shilla terharu.
“Iya Shilla!” Ucap Irsyad dan Oik serempak. Malam itu memang malam yang paling berkesan bagi BO3 dan 3angels, terutama bagi Cakka dan Shilla. Mereka mengelilingi api unggun sambil memakan cemilan untuk merayakan hari jadian Cakka dan Shilla. Cakka dan Shilla tampak bahagia sekali. Sementara itu, Via dan Irsyad juga kayaknya terlibat cinlok sama seperti Shilla dan Cakka. Sedangkan Oik dan Obiet tampak berdiam - diaman. Obiet itu orang yang pendiam, sehingga sulit untuk memulai pembicaraan yang bagus. Shilla memperhatikan mereka dan berseru.
“Yah, ngga seru nih! Masa kita berempat lagi seru - seruan, Oik dan Obiet diam - diaman?” Kata Shilla memperhatikan mereka berdua yang terus melamun.
“Iya nih....” Kata Via. Cakka ikut memperhatikan Obiet dan Oik.
“Kayaknya Oik dan Obiet cocok juga yah. Betul ngga?” Tutur Cakka asal.
“Betul Cak! Aku setuju!” Sambung Irsyad.
“Apaan sih kalian?” Oik tersipu malu.
“Kok Oik malu - malu gitu sih? Liat tuh si Obiet, mukanya udah merah banget!” Ejek Via.
"Apaan sih kalian.” Kata Obiet malu malu.
"Ciyeeeeeeeeeeeee.. Suit.. suit..Obiet sama Oik lucu ya kalau lagi salting?” Ejek Shilla lagi. Yang lain ikut mengejek juga.Oik dan Obiet saling berpandangan. Mereka saling tersenyum.Setelah kemah selesai, mereka berenam makin kompak. Pasangan Cakka Shilla dan Irsyad Via semkin romantis. Semuanya semakin seru, apalagi Obiet dan Oik semakin dekat setelah perkemahan itu. Perkemahan 3 hari yang mereka lalui sungguh berkesan bagi mereka dan peserta kemah lain. Mereka berharap kebahagian kecil ini takkan berakhir. Mereka ingin terus bersahabat dan kompak sampai mereka tua nanti.

THE END

NB: Thank you so much for my beloved reader! :)

2 comments:

I accept all kind of comments (including flame). I need your opinion about my works, so I'll better than this time. Don't forget to comment, guys :)

Follow by Email