Saturday, 23 January 2010

Brothers On 3 and Three Angels Part. 1

Cerita baru nih guys....
Judulnya Brothers on 3 and Three Angels. Cuman sampai part 5 aja. Ini cerita buat pengganti CGS sementar. Sementara doang kok. CGS part 5 yg udah aku buat (walaupun baru setengah sih) ilang! :’(. Huaaa.. aku nangis sampe mataku bengkak gara - gara semua file, Foto, Dokumen, sama Mp3 aku hilang semua. Syukurnya lagu2 Cakka dan anak2 IC masih ada di hp aku. Jadi masih bisa dicopy. Loh kok jadi curhat gini? *abaikan
Ya udah, langsung aja ya...
Selamat membaca :)

“Anak-anak Idola Cilik School semuaa. Khususnya untuk anak kelas 1 dan 2. Kita akan melaksakan camping bersama. Sedangkan anak kelas 3 tidak ikut dikarenakan akan menempuh ujian...” Terang Bu Ira sang kepala sekolah Idola Cilik school di halaman sekolah.

“Yaaahh..........” Keluh anak - anak kelas 3. Sedangkan anak - anak kelas 1 dan 2 bersukaria. Hingga timbulah keributan disemua barisan.

“Tenang..tenang semuanya! Ada satu info lagi...” Bu Ira sengaja memotong pembicaraannya karena masih ada suara - suara yang terdengar dimana mana. Melihat itu, semua anak - anak Idola Cilik School menghentikan pembicaraannya. “Campingnya akan kita laksanakan pada tanggal 7 Juli nanti. Sekitar 2 bulan lagi...” Semua membulatkan bibirnya, terkecuali anak - anak kelas 3 yang sedang merenggut kesal.

“Ibu kira cukup sekian info dari Ibu, persiapkan apa yang kalian perlukan nanti. Perlengkapan yang diwajibkan untuk dibawa akan diinfokan lebih lanjut. Selamat Siang, kembali ke kelas kalian dengan tertib.” Semua murid Idola Cilik Junior School pun berhamburan menuju kelas masing - masing.

Three Angels (Shilla, Oik, Sivia) berjalan menuju kelas mereka yaitu kelas 2a dan Brothers on 3 (Cakka, Obiet, Irsyad) sedang menuju kekelas 2b.

Shilla berhenti tiba - tiba. Oik terlihat heran.
“Kenapa Shill?” Tanya Oik lembut.

“Duh, aku pengen pipis....” Kata Shilla. “Temenin aku yuk...” Lanjutnya lagi.

“Kamu sendiri aja deh. Kita berdua kan belum ngerjain PR kesenian. Kamu kan udah ngerjain. Udah nyontek Angel sih..” Kata Sivia yang kerap dipanggil Via itu memelas.

“Tau tuh Shilla. Udah ngeboking PR si pintar Angel, tapi ngga bagi - bagi kita...” Kata Oik menyenggol sikut Via.

“Aduhh, kalian ini. Kalian kan bisa cepet - cepet minjam ke Angel. Cepetan. Kan habis ini kita pelajaran Kesenian, lagian Pak Dave kan masuknya telat. Mungkin dia dandan duluan di kantor.” Kata Shilla tambah nerves, kebelet pipis.

“Iya juga yah...” Segera Oik dan Via berlari kekelas. Dan Shilla berlari terburu - buru menuju toilet.

Braakkkkk. Tabrak seorang cowok.
“Duh. Kalau jalan liat - liat dong...”

“Sorry, sorry.” Tanpa memperdulikan lagi siapa orangnya, Shilla langsung pergi ketoilet. Terlihat toilet cewek udah pada penuh. Dan yang tersisa hanya satu toilet cowok. Tanpa ba bi bu lagi Shilla langsung berlari ke toilet cowok yang bersebelahan dengan toilet cewek.

Bruuukkk. Kali ini seorang cowok berparas cakep menabrak dirinya.
“Eh, aku duluan masuk ke toilet ini!” Seru Shilla berontak melihat cowok berparas cakep itu ingin memasuki toilet itu juga.

“Eh...kamu ngapain masuk toilet cowok?” Berontak cowok cakep tersebut. Shilla baru sadar, bahwa yang menabrak dirinya tadi adalah Cakka.

“Sorry. Gue kebelet pipis...” Kata Shilla menurunkan volume suaranya.

“Tapi tetep aja kamu ngga boleh masuk toilet cowok..” Kata Cakka menegur.

“Abisnya toilet cewek udah penuh..” Shilla memelas.

“Tuhh... Masih ada yang kosong...” Tunjuk Cakka. Spontan Shilla menengok kearah toilet cewek.

“Ngga adaa....” Kesempatan itu diambil Cakka untuk memasuki toilet yang mereka perebutkan sedari tadi.

Setelah sadar, bahwa Cakka menipunya. Shilla langsung berbalik.
“Eh, sialan banget sih lo!” Kata Shilla menggubrak pintu toiletnya. Keluar seorang cewek bergigi kawat dari toilet cewek, yaitu Osha.

“Kamu lama banget sih.” Kata Shilla sambil memasuki toilet tersebut. Osha yang tidak tau apa - apa hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.
Setelah keluar dari toilet. Shilla melihat Cakka sedang menalikan tali sepatunya yang lepas, tak jauh dari toilet.

“Heh cowok rese! Gara - gara kamu aku hampir pipis di celana tau.” Kata Shilla marah - marah.

“Siapa suruh masuk WC cowok?!” Kata Cakka santai, bersiap sambil pergi.

“Eh, kamu resek banget sih Cakk!” Teriak Shilla.

“Kamu tau nama aku??” Kata Cakka berbalik.

“Ya tau lah. Kamu ketua genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu kan?” Kata Shilla dengan judesnya.

“Ihh. Emang kamu ngerasa cantik? Bisanya ngatain orang aja. Kamu siapa sih?” Tanya Cakka balik.

“Aku? Kamu pikir aja sendiri..” Balas Shilla. Setelah berfikir agak lama, Cakka baru sadar bahwa cewek yang dari tadi ribut sama dia adalah Shilla, kepala genk Three Angels.

“Oh...pantesan aja kamu berani ngomong gitu ke Brothers On 3. Kamu Shilla kepala genk Three Angels yang pada centil itu kan?” Balas Cakka.

“Berani ya kamu bilang gitu ke anak - anak Three Angels. Three Angels itu jauh lebih baik dari pada Brothers On 3 yang sok kecakepan itu!” Kata Shilla memberontak.

“Heh, kamu fikir Three Angels itu paling baik? Paling cantik? Gitu? Malah sebaliknya, Three Angels itu sok cantik dan centil!” Kata Cakka mengakhiri pembicaraanya, lalu berbalik arah menuju kelas. meninggalkan Shilla yang tengah memakinya.

“Dasar kepala genk ngga becus! Urusin tuh anak buah kamu yang sok kecakepan!”Seru Shilla memandang punggung Cakka yang kian menjauh.
***
Dikelas 2a.
“Kamu kenapa Shilla? Kok mukanya bete gitu?” Tanya Via yang duduk bersama Oik didepan bangkunya. Oik yang tengah asyik menyalin contekan PR keseniannya yang tinggal sedikit.

“Itu, tadi di toilet aku perang sama Cakka.” Sungut Shilla.

“Ha? Cakka yang kepala genk Brothers On 3 itu? Kok bisa?” Kata Via shock.

“Iya. Kok bisa??” Oik melanjutkan.

“Iya, kepala genk Brothers On 3 yang sok kecakepan itu. Masa dia ngatain kita Three Angels ini kecentilan. Sok cantik lagi. Bete ngga dikatain gitu.” Ujar Shilla merenggut kesal.

“Dia bilang kayak gitu? Rese banget tuh dia.” kata Oik mengepal-ngepalkan tangannya.

“Trus kamu jawab apa ke dia?” Tanya Via.

“Ya, emang sih aku yang pertama bilang mereka sok kecakepan. Tapi emang mereka sok kecakepan kok. Iya kan ik...” Kata Shilla mencoba mencari dukungan dari Oik.

“Iya. Emang tuh BO3 sok kecakepan banget! Aku ngga terima kalau mereka ngatain kita kecentilan dan sok cantik!” Kata Oik membara.

“Jadi...” Via menatap kedua sahabatnya itu.

“So, kita mesti..” Potong Shilla.

“Ngebalas perbuatan mereka.....” Kata mereka bertiga kompak sambil menatap satu sama lain.
***
Di waktu yang bersamaan dengan ruang yang berbeda..
“Cak? Kenapa mukanya kusut gitu?” Tanya Obiet melihat sahabatnya itu. Belum sempat Cakka bicara, Irsyad udah duluan bicara.

“Iya tuh. Kusut amat muka kamu Cak? Perlu aku setrikain ngga? Ntar aku suruh Bi Inyem nyetrikain muka kamu yang kusut ini. Hmm...kalo udah Bi Inyem yang nyetrikain, behhh... Pasti muka kamu licin banget! Pokoknya T.O.P B.G.T lahhh.” Kata Irsyad sambil mengancungkan jempolnya kanannya yang sama baunya dengan jempol kakinya kehadapan Cakka.

“Huhh. Bau amat jempolmu?! Ngga ada bedanya dengan bau jempol kaki kamu syad!” Kata Cakka menutup hidungnya. Obiet ngikik.

“Hehe.” Irsyad malah nyengir.

“Jadi kenapa muka kamu kusut gitu?” Tanya Obiet lanjut.

“Tadi ada cewek cerewet banget ngatain kita sok kecakepan!” Kata Cakka seadanya.

“Wah, siapa tuh? Beraninya ngatain kita gitu. Emang dia lebih baik apa dari kita - kita.” Kata Irsyad tak terima.

“Emang siapa sih?” Obiet mengernyitkan keningnya.

“Three Angels.” Tutur Cakka simple. Karna sedang kesal Ia jaddi malas berbicara banyak.

“Ha? Three Angels? Mereka semua bilang gitu kekita?” Tanya Obiet.

“Ngga semuanya sih. Tapi ketuanya, Shilla.” Terang Cakka.

“Wahh.. Ngga bisa dibiarin gitu aja nih.” Kata Obiet mengepal-ngepal. Setelah Cakka berkata demikian, mata Irsyad berbinar-binar.

“Shilla? Ashilla Zahrantiara itu Cak? Yang anak kelas 2a itu...” Kata Irsyad memajukan mukanya kehadapan Cakka.

“Ahh. Muka kamu jauhan dikit kenapa!” Kata Cakka memundurkan muka Irsyad. Irsyad hanya termangu.

“Emang kenapa? Kamu suka sama dia..” Kata Obiet pelan.

“Iya. Dia itu cantik banget. Sesuai banget dengan nama genk nya Angels. Trus dia lagi ketuanya..” Kata Irsyad berbinar-binar.

“Cantik apanya? Cewek rese gitu juga!” Tutur Cakka heran.

“Tau tuh si Irsyad. Mendingan juga Oik.” Kata Obiet ngga mau kalah.

“Eh. Cantikan Si Shilla lagi. Shilla juga punya banyak fans.” Bela Irsyad yang seolah - olah ngajak ribut Obiet.

“Tapi, Oik lebih imut dan manis daripada Shilla.” Obiet malah melakoni Irsyad.

“Siapa bilang? Shilla lebih fashionable, lebih manis, lebih cantik, dan pastiya lebih banyak dikejar-kejar cowok lagi!” Irsyad membuat Obiet terdiam.

“Ehhhh....Oik...Oik...Oik...Oik...” Obiet sempat terdiam sebentar.

“Apa? Oik kenapa?” Irsyad merasa menang. Sedangkan Cakka keheranan melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

“Oik lebih lembut, lebih sopan. Hayoo.. ngga bisa ngomong lagi kan?” Obiet ngga mau kalah.

“Tapi Shilla lebih oke kan daripada Oik?!” Obiet kembali terdiam. Baginya Oik is the best.

“Aduhh, kalian ini gimana sih? Kok malah ngeributin mereka? Udah tau mereka yang ngejelek - jelekin kita. Masih aja naksir sama Shilla dan Oik.” Cakka menegur mereka.

“Iya juga sih. Kenapa kita jadi ngeributin mereka. Sedangkan mereka habis - habisan jelekin kita.” Obiet berusaha bijak (emang Obiet udah bijak dari sononya kok).

"Iya juga ya. Kenapa kita muji mereka? Sedangkan mereka ngehina kita!” Irsyad juga berusaha bijak.

“Jadi?” Obiet menatap Cakka dan Irsyad, sama halnya ketika Via menatap Shilla dan Oik.

“Jadi...kita mesti ngebalas perbuatan mereka.” Kata BO3 kompak.


Gimana ceritanya?? Maaf ya kalau ga bagus.
Soalnya cuman iseng aja bikin cerita kayak ginian. Eh, tau - taunya selesai.
Daripada lama nunggu CGS, mendingan aku post aja cerita ini.
Tunggu part keduanya ya.. :)

No comments:

Post a Comment

I accept all kind of comments (including flame). I need your opinion about my works, so I'll better than this time. Don't forget to comment, guys :)

Follow by Email