Esok paginya...
Shilla bangun lebih dulu dari Via dan Oik karena harus menjalani hukuman yang telah diberikan kepadanya. Sama halnya dengan Cakka, dia harus bangun pagi - pagi untuk membantu Riko, Gabriel dan anak - anak cowok lain yang bertugas piket hari ini mencari kayu bakar. Shilla tengah sibuk - sibuknya memasak masakan untuk anak - anak. Ify sang ketua seksi komsumsi, Irva si endut dan anak - anak cewek yang piket memasak hari ini ikut membantu Shilla memasak makanan.
“Ehm.Shill kamu sama Cakka pacaran ya?” Tanya Ify.
“Ngga kok, aku sama dia cuman temenan.” Jawab Shilla santai.
“Oh, tapi akhir - akhir ini aku liat kalian dekat banget tuh. Apalagi sejak tadi malam..” Tutur Ify ingin tau.
“Ahh, ngga kok. Mungkin cuman perasaan kamu aja kali. Eh, ini sup udah pas ngga rasanya?” Kata Shilla sambil meyodorkan Sesendok sup ke hadapan Irva.
“Kayaknya udah pas deh! Boleh aku minta lagi ngga?” Jawab Irva setelah dirasa rasa masakannya sudah cukup pas.
“Lah, kamu mah semua masakan yang masuk kelidah kamu semua rasanya sama. Enak semua!” Kata Shilla. Irva nyengir.
“Hehe. Tapi beneran kok masakannya enak!” Kata Irva. Setelah itu, Shilla kembali bertanya kepada Ify. “Kenapa kamu nanya kayak gitu? Kamu suka ya sama Cakka?” Tanya Shilla.
“Ngga lah, aku cuman nanya aja. Lagipula ngga mungkin aku suka sama dia.” Lanjut Ify.
“Yakin?” Tanya Shilla lagi.
“Ya jelas yakin lah..” Jwab Ify tegas.
“Hm, kamu kan mantannya Cakka.”
“Iya, tapi aku ga ada rasa suka lagi sama dia.” Jawab Ify. Shilla memadamkan api kompornya.
“Siapa tau aja kan..” Shilla mengedikkan matanya ke Ify. Ify tertawa.
“Ngga bakal lah. Aku ngga ada rasa suka lagi ke Cakka. Sekarang aku dan Cakka cuman teman.” Jawab Ify tersenyum. Dalam hati Shilla merasa lega. Sementara itu, Irva terus mencomot ayam goreng yang ada di dekatnya.
***
Malampun telah tiba. Semua anak - anak berkumpul ditengah perkemahan karena instruksi dari Bu Ira.
Semuanya duduk mengelilingi api unggun yang dibuat oleh Cakka dan kawan - kawan. BO3 dan 3angels duduk berdekatan. Disebelah Cakka terdapat tempat duduk yang kosong, sementara Shilla dan Oik yang masih belum mendapatkan tempat duduk.
“Ik, kamu disitu aja. disebelah Cakka.” Tawar Shilla tersenyum, karena Shilla sangat tau bahwa sebenarnya sejak dulu Oik